Kubu IAS Mentahkan Seluruh Bukti KPK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kubu IAS Mentahkan Seluruh Bukti KPK

JAKARTA — Kubu Ilham Arief Siradjuddin mementahkan semua bukti yang dihadirkan KPK sebagai bagian dari proses dalam penetapan tersangka yang kedua kalinya tersebut. Tim IAS berpendapat,  bukti T-1, T-2, T-3.T-4,T-5, T-6, T-11, T-13,T-14, telah diuji dalam persidangan perkara praperadilan No.32/PID/PRAP/2015/PN.Jkt.Sel dan telah dinyatakan bahwa penyitaan atas bukti-bukti dimaksud tidak sah menurut hukum.

Termasuk bukti tentang pelaksanaan putusan. Pihak IAS menyebut bukti ini justru membuktikan dalil pemohon bahwa penetapan pemohon sebagai Tersangka dilakukan sebelum pelaksanaan putusan dalam Praperadilan Nomor: 32/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel

Surat perintah tugas Nomor: Springas-83/20-22/06/2015 tanggal 01 Juni 2015 juga dinilai justru membuktikan dalil pemohon bahwa penerbitan LKTPK dan Sprin-dik Nomor :14/01/06/2015 tanggal 05 Juni 2015 tidak didahului adanya proses penyelidikan sebagaimana seharusnya menurut hukum. Termohon hanya melakukan review atas hasil penyelidikan lama.

Adapun mengenai perintah penyidikan Nomor :14/01/06/2015 tanggal 05 Juni 2015 yang telah mencantumkan nama pemohon sebagai Tersangka. Bukti ini membuktikan dalil permohonan pemohon bahwa penetapan pemohon sebagai tersangka ditetapkan bersamaan dengan penerbitan Sprin-dik dimaksud.

Demikian halnya dengan bukti-bukti bawha sudah ada tertera nama tersangka dalam surat-surat panggilan, berita acara pemeriksaan saksi, surat perintah penyitaan, surat tanda terima penerimaan  bukti , membuktikan bahwa dalil termohon yang seolah menyatakan penetapan tersangka bersamaan dengan surat panggilan tersangka tertanggal 25 Juni 2015 terbukti ketidak benarannya.

Bukti yang dijadikan dasar untuk menetapkan pemohon sebagai tersangka untuk yang kedua kalinya jelas membuktikan ketidak absahan penetapan pemohon sebagai tersangka karena didasari atas LHP dan sprindik yang tidak sah sebagai akibat telah dinyatakannya penetapan pemohon sebagai tersangka  tidak sah berdasarkan putusan Praperadilan No.32/Pid/prap/2015/PN.Jkt.Sel.

Surat panggilan Pemohon untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara Tersangka Hengky Wijaya dan sebagai tersangka. Namun karena pemohon sedang menjalankan ibadah umroh, maka termohon belum dapat memenuhi panggilan tersebut.Mengenai hal ini, pemohon melalui penasihat hukumnya telah mengkonfirmasikan kepada termohon dan menjamin bahwa pemohon akan menghargai  proses hukum yang terjadi atas dirinya.

Kemudian atas bukti yang dijadikan dasar untuk pengangkatan Aminudin sebagai penyelidik KPK yang berasal bukan dari anggota kepolisian yang juga Kepala Satgas Penyelidikan kasus pemohon, dan buktiT-29  yang dijadikan dasar pengangkatan A Damanik sebagai Penyidik KPK yang menjabat sebagai Plt Direktur Penyidikan padahal sejak tanggal 25 November 20014 tidak lagi berstatus sebagai penyidik. (arm)

Click to comment
To Top