Nelayan Tradisional Mulai Panen Rebon – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Nelayan Tradisional Mulai Panen Rebon

CILACAP, RAJA – Nelayan tradisional di Cilacap, mulai panen rebon atau udang kecil yang baru bermunculan di perairan selatan Jateng sejak dua pekan terakhir.

“Saat ini memang belum banyak rebon yang bermunculan karena musimnya baru mulai. Mungkin habis lebaran sudah semakin banyak,” kata salah seorang nelayan, Nasiman di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Cilacap, Senin.

Kendati demikian, dia mengaku bisa memperoleh rebon hingga 100 kilogram dalam satu hari melaut. Menurut dia, rebon-rebon itu dijual ke pengepul dengan harga Rp 5.000 per kilogram. “Ya lumayan, hasilnya bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” katanya.

Salah seorang pengepul, Slamet mengatakan bahwa rebon yang ditampung dari nelayan rata-rata sebanyak dua kuintal per hari karena belum puncak musim panen. “Kalau sudah ramai, saya bisa menerima rebon hingga satu ton per hari,” katanya.

Menurut dia, rebon-rebon dari nelayan itu selanjutnya dijemur selama dua hari hingga kering sebelum dikirim ke luar daerah maupun untuk kebutuhan industri terasi. “Harga rebon kering berkisar Rp 22.000 – Rp 25.000 per kilogram, tergantung kualitas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mino Saroyo Cilacap Untung Jayanto memperkirakan musim panen ikan di perairan selatan Jateng khususnya Cilacap berlangsung pada akhir bulan Juli atau awal bulan Agustus. “Puncak musim panen ikan diperkirakan akan berlangsung pada bulan Agustus,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Cilacap Teguh Wardoyo memprakirakan puncak musim angin timur di perairan selatan Jateng berlangsung pada bulan Agustus.

Menurut dia, musim angin timur identik dengan musim panen bagi nelayan di pesisir selatan Jateng. Kendati demikian, dia mengimbau nelayan untuk tetap waspada karena gelombang tinggi berpotensi terjadi pada puncak musim angin timur. (In)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top