Indonesia Penuh Kisruh, Ekonomi Jadi Lemah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Indonesia Penuh Kisruh, Ekonomi Jadi Lemah

JAKARTA-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, mengatakan saat ini Indonesia dihadapkan pada situasi yang kritis yang bisa membawa pada situasi krisis. Hal ini karena tidak adanya kepastian hukum akibat dari para penegak hukum yang ada saling melemahkan, dan bukan saling mendukung seperti  seharusnya. Parahnya, menurut Fahri hal ini dianggap biasa saja.

“Seperti penegak hukum berkelahi, menang-menangan, kok dianggap itu biasa saja, busines as usual. Bangsa ini tidak serius membaca apa yang sebetulnya terjadi dibalik kisruh ini. Orang yang menjadi korban dianggap lumrah. Lebih parahnya lagi bangsa ini tidak memiliki pemikir sistem, makanya kemudian yang terjadi kita membiarkan ketika aparat hukum saling melemahkan dan bukan malah saling menguatkan seperti seharusnya,” ujar Fahri ketika dihubungi , Rabu (7/7).

Dia mencontohkan, bentuk saling menjatuhkan antar lembaga seperti ketika KPK mentersangkakan Ketua BPK yang mau pensiun, mentersangkakan Walikota Ilham Sirajudin jelang pensiun dan kemudian puncaknya menggigit  Budi Gunawan.

“Tapi gigi Budi Gunawan lebih besar, KPK pun dibalas, Abraham Samad dan Bambang Widjanarko jadi tersangka, Hadi Purnomo dan Ilham pun menyerang balik dan menang. Ini kan yang terjadi.” Kata Fahri.

dia menjelaskan, hal seperti  ini adalah sebuah bencana bagi kepastian hukum. Dan jika mau melihat akar dalam setiap krisis adalah munculnya ketidakpastian. Yang paling cepat menangkap signal itu adalah  uang, makanya jangan heran kalau saat ini realisasi APBN rendah, penerimaan pajak turun, permintaan barang produksi dan hasilnya rendah.

“Orang takut termasuk para pengusaha, karena bagaimanapun yang namanya uang itu hanya datang ketempat tenang. Kalau tidak tenang uang itu pasti lari. Makanya jangan heran kalau ekonomi menjadi lesu saat ini,” tambahnya.

Kepastian menurutnya, harus diciptakan dan itu harga mati untuk pemerintah bagaimana menjaga agar ada kepastian. Semuanya harus dijabarkan secara jelas. Jokowi pun membiarkan orang menjadi takut. Ketidakpastian ini justru seperti dikembangkan dan menjadi bertambah liar, bukan dijinakkan seperti seharusnya. Pembiaran ini menggerus legitimasi lembaga negara sehingga semua menjadi tidak ada wibawanya.

”Yang bahaya dalam situasi seperti ini adalah demokrasi. Karena kalau demokrasi tidak berwibawa maka akan muncul kekuatan lain yang lebih ril yaitu militer. Makanya tentara selalu digoda jadi sumber legitimasi baru. Atau kalau  tidak yang muncul adalah otoriter baru atau Indonesia menjadi negara permanen dalam kegagalan,” tegasnya.

Dilain sisi, Fahri Hamzah juga berkeyakinan bahwa saat ini Indonesia masuk dalam jaringan atau perangkap konspirasi  negara yang sedang dilemahkan. Dia khawatir Indonesia menjadi salah satu target untuk dijadikan negara gagal.

“Negara gagal itu sudah jadi wabah sekarang dan lebih banyak dalam daftar negara yang gagal daripada yang sukses. Kita nampaknya masuk dalam perangkap negara yang mau digagalkan,”tegasnya.

Ini perang gaya baru yang tidak lagi memainkan aspek keamanan tapi justru aspek ekonomi. Dulu menurut Fahri pola perangnya sederhana, yaitu barat dan timur. Namun sekarang perang itu antara blok kekuatan baru dan blok kekuatan lama.

“Kalo dikatakan teori ini tidak benar bahwa tidak ada yang menukangi, tapi kenyataannya pelemahan negara ini terus terjadi dimana-mana. Seperti ada kelompok tertentu, berusaha menciptakan tata kelola dan konfirgurasi dunia baru,” tandasnya. (fmc)

loading...
Click to comment
To Top