Sadis, Ditabrak di Makassar, Dibuang di Maros – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Sadis, Ditabrak di Makassar, Dibuang di Maros

FAJARONLINE, MAROS — Identitias mayat yang ditemukan warga di Moncongloe, Senin petang kemarin akhirnya terkuak. Keterangan polisi, mayat itu bernama Petrus (46), pegawai PDAM Makassar yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan di Jalan Perintis Kemerdekaan, km 17 Sudiang, Senin 6 Juli lalu.
Kapolsek Moncongloe IPTU Asgar menjelaskan, dari penelusuran anggotanya, diketahui Petrus ditabrak mobil angkot yang dikemudikan Duminggu (28). Korban menderita patah tulang lengan dan kaki kiri, serta pada telinga mengeluarkan darah. “Pelaku kemudian bermaksud membawa korban ke rumah sakit, namun meninggal dalam perjalanan,” urainya.
Pelaku lalu membatalkan niatnya ke rumah sakit. Sempat berputar di sekitar pasar Daya, pelaku akhirnya membuang mayat korban di Moncongloe. Kemudian, meninggalkan mobilnya didepan kampus UKI Paulus. “diduga pelaku takut ketahuan, dia sementara dalam pengejaran,” jelas Asgar.
Salah satu rekan korban, Sahar menyesalkan sikap pelaku yang  membuang mayat korban. “Seharusnya ada upaya menolong, tapi justru dibuang. Padahal mungkin masih bisa diselamatkan,” katanya.
Saat ini mobil yang digunakan pelaku sudah diamankan di unit Pembantu Laka Lantas ?Polrestabes Makassar di Sudiang. Sementara jenazah korban telah diserahkan ke rumah duka di BTN Mangga Tiga pada pukul O4.OO wita kemarin untuk dikebumikan.
Sebelumnya, korban ditemukan oleh penjual ikan, Zainuddin di Dusun Manjaling, Desa Bontobunga, Kecamatan Moncongloe, Senin 6 Juli sekira pukul 16.4O wita. “Saya liat dia tengkurap dengan bercak darah, saya lalu beritahu ke warga lain dan melaporkan ke polisi,” tandasnya. (ris)

Makassar

Sadis, Ditabrak di Makassar, Dibuang di Maros

FAJARONLINE, MAROS — Identitias mayat yang ditemukan warga di Moncongloe, Senin petang kemarin akhirnya terkuak. Keterangan polisi, mayat itu bernama Petrus (46), pegawai PDAM Makassar yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan di Jalan Perintis Kemerdekaan, km 17 Sudiang, Senin 6 Juli lalu.
Kapolsek Moncongloe IPTU Asgar menjelaskan, dari penelusuran anggotanya, diketahui Petrus ditabrak mobil angkot yang dikemudikan Duminggu (28). Korban menderita patah tulang lengan dan kaki kiri, serta pada telinga mengeluarkan darah. “Pelaku kemudian bermaksud membawa korban ke rumah sakit, namun meninggal dalam perjalanan,” urainya.
Pelaku lalu membatalkan niatnya ke rumah sakit. Sempat berputar di sekitar pasar Daya, pelaku akhirnya membuang mayat korban di Moncongloe. Kemudian, meninggalkan mobilnya didepan kampus UKI Paulus. “diduga pelaku takut ketahuan, dia sementara dalam pengejaran,” jelas Asgar.
Salah satu rekan korban, Sahar menyesalkan sikap pelaku yang  membuang mayat korban. “Seharusnya ada upaya menolong, tapi justru dibuang. Padahal mungkin masih bisa diselamatkan,” katanya.
Saat ini mobil yang digunakan pelaku sudah diamankan di unit Pembantu Laka Lantas ?Polrestabes Makassar di Sudiang. Sementara jenazah korban telah diserahkan ke rumah duka di BTN Mangga Tiga pada pukul O4.OO wita kemarin untuk dikebumikan.
Sebelumnya, korban ditemukan oleh penjual ikan, Zainuddin di Dusun Manjaling, Desa Bontobunga, Kecamatan Moncongloe, Senin 6 Juli sekira pukul 16.4O wita. “Saya liat dia tengkurap dengan bercak darah, saya lalu beritahu ke warga lain dan melaporkan ke polisi,” tandasnya. (ris)

Makassar

Sadis, Ditabrak di Makassar, Dibuang di Maros

FAJARONLINE, MAROS — Identitias mayat yang ditemukan warga di Moncongloe, Senin petang kemarin akhirnya terkuak. Keterangan polisi, mayat itu bernama Petrus (46), pegawai PDAM Makassar yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan di Jalan Perintis Kemerdekaan, km 17 Sudiang, Senin 6 Juli lalu.
Kapolsek Moncongloe IPTU Asgar menjelaskan, dari penelusuran anggotanya, diketahui Petrus ditabrak mobil angkot yang dikemudikan Duminggu (28). Korban menderita patah tulang lengan dan kaki kiri, serta pada telinga mengeluarkan darah. “Pelaku kemudian bermaksud membawa korban ke rumah sakit, namun meninggal dalam perjalanan,” urainya.
Pelaku lalu membatalkan niatnya ke rumah sakit. Sempat berputar di sekitar pasar Daya, pelaku akhirnya membuang mayat korban di Moncongloe. Kemudian, meninggalkan mobilnya didepan kampus UKI Paulus. “diduga pelaku takut ketahuan, dia sementara dalam pengejaran,” jelas Asgar.
Salah satu rekan korban, Sahar menyesalkan sikap pelaku yang  membuang mayat korban. “Seharusnya ada upaya menolong, tapi justru dibuang. Padahal mungkin masih bisa diselamatkan,” katanya.
Saat ini mobil yang digunakan pelaku sudah diamankan di unit Pembantu Laka Lantas ?Polrestabes Makassar di Sudiang. Sementara jenazah korban telah diserahkan ke rumah duka di BTN Mangga Tiga pada pukul O4.OO wita kemarin untuk dikebumikan.
Sebelumnya, korban ditemukan oleh penjual ikan, Zainuddin di Dusun Manjaling, Desa Bontobunga, Kecamatan Moncongloe, Senin 6 Juli sekira pukul 16.4O wita. “Saya liat dia tengkurap dengan bercak darah, saya lalu beritahu ke warga lain dan melaporkan ke polisi,” tandasnya. (ris)

To Top