Tega, Ayah Hajar Anak Hingga Tewas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Tega, Ayah Hajar Anak Hingga Tewas

FAJARONLINE, MAKASSAR – Sungguh malang nasib Mutiara Rumi, 12 tahun. Sulung dari tiga bersaudara itu harus meregang nyawa setelah dihajar pakai balok di kaki dan leher ayahnya sendiri, Rudi Hairuddin, 36 tahun, Selasa 7 Juli. Peristiwa tersebut terjadi di rumah mereka, Jl Rappocini Raya Gang I, Makassar.

Indriani, 9 tahun, adik korban menceritakan, kejadian itu berawal saat kakaknya itu mendapat uang Rp50 ribu dari hasil keringatnya menjadi tukang parkir. Dia lalu mengajak Indriani makan rujak di dekat rumahnya, namun batal karena dilarang ayahnya. Namun setelah ayahnya pergi meninggalkan rumah, adik-kakak itu kabur ke Jl. Lanto Dg Pasewang beli pallubasa. Keduanya tidak mengira ayahnya yang mengetahui mereka meninggalkan rumah, sudah menunggu di depan pintu.

Saat mereka tiba, sang ayah murka. Dia langsung merampas pallubasa itu lalu disiram ke tubug Mutiara. Setelah itu Mutiara dihajar pakai sapu ijuk dan balok di kaki dan leher. “Kakak saya disiram air pallubasa dan dipukul pake sapu ijuk dan balok-balok,” ujar Indriani.

Setelah kejadian itu, Mutiara sempat dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo oleh ayahnya sendiri. Namun setelah melihat kondisi Mutiara makin gawat, Rudi Hairuddin memilih kabur tanpa menyaksikan anaknya meregang nyawa. Kapolsek Makassar, Kompol Sudaryanto tidak membantah ada penganiayaan terhadap anak yang dilakukan ayahnya. “Saat ini petugas masih mengejar tersangka,” kata kapolsekta. (jai)

Click to comment
Makassar

Tega, Ayah Hajar Anak Hingga Tewas

FAJARONLINE, MAKASSAR – Sungguh malang nasib Mutiara Rumi, 12 tahun. Sulung dari tiga bersaudara itu harus meregang nyawa setelah dihajar pakai balok di kaki dan leher ayahnya sendiri, Rudi Hairuddin, 36 tahun, Selasa 7 Juli. Peristiwa tersebut terjadi di rumah mereka, Jl Rappocini Raya Gang I, Makassar.

Indriani, 9 tahun, adik korban menceritakan, kejadian itu berawal saat kakaknya itu mendapat uang Rp50 ribu dari hasil keringatnya menjadi tukang parkir. Dia lalu mengajak Indriani makan rujak di dekat rumahnya, namun batal karena dilarang ayahnya. Namun setelah ayahnya pergi meninggalkan rumah, adik-kakak itu kabur ke Jl. Lanto Dg Pasewang beli pallubasa. Keduanya tidak mengira ayahnya yang mengetahui mereka meninggalkan rumah, sudah menunggu di depan pintu.

Saat mereka tiba, sang ayah murka. Dia langsung merampas pallubasa itu lalu disiram ke tubug Mutiara. Setelah itu Mutiara dihajar pakai sapu ijuk dan balok di kaki dan leher. “Kakak saya disiram air pallubasa dan dipukul pake sapu ijuk dan balok-balok,” ujar Indriani.

Setelah kejadian itu, Mutiara sempat dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo oleh ayahnya sendiri. Namun setelah melihat kondisi Mutiara makin gawat, Rudi Hairuddin memilih kabur tanpa menyaksikan anaknya meregang nyawa. Kapolsek Makassar, Kompol Sudaryanto tidak membantah ada penganiayaan terhadap anak yang dilakukan ayahnya. “Saat ini petugas masih mengejar tersangka,” kata kapolsekta. (jai)

Click to comment
To Top