Bulan Madu Jokowi dengan Rakyat Berakhir Dramatis, Rezim Ini Dianggap Lebih Buruk dari SBY – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Bulan Madu Jokowi dengan Rakyat Berakhir Dramatis, Rezim Ini Dianggap Lebih Buruk dari SBY

JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta serius memperbaiki kinerja kabinetnya, menyusul terus merosotnya tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan belakangan ini.

Terbaru, hasil survei lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia menyatakan tidak puas dengan kinerja Presiden Jokowi selama ini.

“Ada sekitar 56 persen warga yang menganggap kurang atau tidak puas dengan kinerja Jokowi, sementara yang menyatakan sangat atau cukup puas hanya 40,7 persen,” ujar Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan dalam paparan survei bertajuk ‘Kinerja Presiden Jokowi: Evaluasi Publik Nasional Setahun Terpilih Menjadi Presiden’ yang digelar di kantornya, Jalan Cisadane, Jakarta, Kamis (9/7).

Penelitian juga mencakup sikap publik terhadap kinerja Kabinet Kerja Jokowi yang menjadi sorotan utama. Menyoal kondisi ekonomi Indonesia terdapat 31,5 persen publik yang menyatakan lebih buruk dari tahun sebelumnya, sementara yang menyatakan lebih baik hanya 24 persen.

Dalam hal politik sebanyak 37,5 persen warga menganggap kondisi politik Indonesia buruk, sementara yang menyatakan baik hanya 21,6 persen. Sedangkan, dalam hal penegakan hukum terdapat 38 persen warga yang menyatakan kondisinya buruk, dan hanya 32 persen yang menyatakan baik.

“Ini menunjukkan kinerja pemerintahan Jokowi dipertanyakan oleh kalangan elit maupun masyarakat secara umum dalam hal kinerja,” beber Djayadi.

Dia menambahkan, dibanding dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), citra Jokowi tertinggal jauh. Bila kini hanya 40,7 persen publik yang menyatakan puas dengan kinerja Jokowi, dalam periode yang sama tahun 2005 lalu, di mana terdapat 70 publik yang menyatakan puas dengan kinerja SBY. Juga terhadap satu tahun kinerja pemerintahan SBY jilid dua yakni Agustus 2010 yang sebesar 66 persen.

“Ini bulan madu Jokowi dengan masyarakat sudah berakhir, namun berakhir sangat cepat dan dramatis. Bagaimanapun pemerintah harus sadar bahwa secara umum masyarakat nampak cenderung tidak puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi,” tegas Djayadi.

Survei SMRC sendiri digelar pada 22 Mei-2 Juni 2015 lalu terhadap 1.220 responden di 34 provinsi. Menggunakan metodologi multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Penelitian ini digelar untuk melihat respon publik terhadap kinerja pemerintah sejak Jokowi bersama pasangannya Jusuf Kalla dinyatakan terpilih pada 9 Juli 2014 dalam pemilihan presiden. [sam/rmol]

loading...
Click to comment
To Top