Ilham Segera Ajukan Peninjauan Kembali – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Ilham Segera Ajukan Peninjauan Kembali

JAKARTA-Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, memutuskan akan segera menempuh upaya Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung RI. “Setelah melakukan kajian dengan kuasa hukum lain kami memutuskan untuk melakukan PK. Itu opsi terbaik sementara ini,” tegas Johnson Panjaitan, di Jakarta, Kamis 9 Juli 2015.

Upaya tersebut adalah respons atas putusan praperadilan kedua Ilham Arief Sirajuddin yang dipimpin hakim tunggal Amat Khusairi. Amat menolak seluruh permohonan Ilham dan mengabulkan seluruh eksepsi KPK sebagai termohon untuk kasus kerja sama ROT PDAM Kota Makassar.

Memori sedang disusun oleh kuasa hukum Ilham mengacu pada putusan yang dibacakan dalam sidang tersebut. Kendati belum menerima langsung salinan putusan pengadilan, kami punya rekaman untuk penyusunan memori PK.

Menurut Johnson, pihaknya menerima  putusan praperadilan tersebut dengan perasaan campur aduk. Mereka bisa menghormati putusan praperadilan tersebut tapi di sisi lain juga merasa sangat bingung.

“Ia. Pada akhirnya kami merasa sangat bingung. Soalnya hakim kali ini ternyafa menganggap Ambarita Damanik dan Aminuddin sebagai penyidik dan penyelidik yang sah menurut hukum sementara pada sidang Hadi Purnomo, keduanya dianggap tidak sah oleh praperadilan,” terang Johnson lagi.

Bukan itu saja yang membuat Johnson bingung. Fakta persidangan yang terang-terangan menyebut kasus yang diadukan merunut pada LHP BPK RI tahun 2012 ini sama sekali belum punya hasil perhitungan kerugian negara (PKN). Jadi belum final dan belum punya kerugian negara. Termasuk fakta persidangan bahwa bukan Ilham yang harus bertanggung jawab atas segala masalah yang lahir dari kerja sama itu sebagai walikota ketika itu. Semua adalah tanggung jawab direksi.
 
“Jadi kami benar-benar merasa bingung dengan putusan hakim yang sama sekali tidak mempertimbangkan berbagai fakta persidangan,” kata Johnson.

Terpisah, Ilham Arief Sirajuddin mengaku menghormati keputusan praperadilan tersebut. “Ini adalah keputusan hukum. Saya akan taat dan mempercayakan upaya hukum lain kepada penasihat hukum saya,” tegas Ilham.

Meski begitu, Ilham mengaku apa yang menimpanya ini mengandung unsur penganiayaan dan penzaliman. “Mungkin karena saya ini adalah orang kecil sehingga mendapat perlakuan berbeda dengan orang besar yang menang di praperadilan lainnya,” kata Ilham. (fmc)

loading...
Click to comment
To Top