IMBAS PUTUSAN MK; Lawan Incumbent, Ketua DPRD Mundur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

IMBAS PUTUSAN MK; Lawan Incumbent, Ketua DPRD Mundur

UNGARAN – Menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persyaratan yang harus dilakukan bagi calon pemimpin daerah, yaitu anggota DPR,DPD dan DPRD Kabupaten/kota untuk mundur jika maju dalam pemilihan Kepala daerah, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto secara resmi memastikan bakal melepas jabatannya sebagai ketua DPRD Kabupaten Semarang.

Keseriusan tersebut diwujudkan dalam bentuk surat permohonan pengunduran diri yang dikirimkan langsung ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan yang dibuat pada tanggal 1 Juli 2015 kemarin.
Dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Semarang, Bambang dipastikan akan bertarung melawan incumbent Mundjirin yang juga akan maju kembali pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang.
Menurut Bambang, langkah yang diambilnya tersebut merupakan bagian dari konsekwensi terkait pencalonan dirinya maju sebagai pimpinan kepala daerah. “Memang aturannya seperti ini, dan saya sudah siap untuk melaksanakan putusan MK tersebut untuk melepas jabatan sebagai ketua DPRD Kabupaten Semarang,” terang Bamabang, Kamis (9/7).
Sembari menunjukkan surat permohonan pengunduran dirinya di hadapan Rakyat Jateng, Bambang mengaku bahwa dirnya mengacu pada hasil putusan MK, dan wajib menjalankan putusan tersebut setelah statusnya sebagai calon bupati Semarang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang pada 24 Agustus mendatang. “Harus diputuskan ketika seorang anggota DPR telah memutuskan untuk maju dalam pemilihan kepala daerah, jika tidak berani mengambil risiko buat apa maju menjadi calon bupati,” tegas
Bamabang Kusriyanto yang akrab disapa Krebo.
Hasil putusan MK, lanjut Krebo, sarat akan muatan politis, lantaran anggota DPRD bukanlah pejabat, seperti halnya PNS, Polri dan TNI, akan tetapi merupakan jabatan politis, lantaran dipilih oleh rakyat. Akan tetapi menurut putusan MK, anggota dewan juga dianggap bisa menggunakan fasilitas negara.
Sementara itu politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Semarang, yang disebut-sebut mendampingi Krebo maju dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Semarang, M Basari, mengaku bahwa dirinya juga telah siap untuk melepaskan jabatannya sebagai anggota dewan. “Secara pribadi saya siap untuk melepas jabatan saya sebagai anggota DPRD Kabupaten Semarang,” terangnya.
Basari mengaku, bahwa koalisi PDI Perjuangan dengan PKB akan berjalan solid, mengingat marhainis dan nahdiyin bersatu untuk memenangkan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Semarang, pungkasnya. (wis)

loading...
Click to comment
Ragam

IMBAS PUTUSAN MK; Lawan Incumbent, Ketua DPRD Mundur

UNGARAN – Menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persyaratan yang harus dilakukan bagi calon pemimpin daerah, yaitu anggota DPR,DPD dan DPRD Kabupaten/kota untuk mundur jika maju dalam pemilihan Kepala daerah, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto secara resmi memastikan bakal melepas jabatannya sebagai ketua DPRD Kabupaten Semarang.

Keseriusan tersebut diwujudkan dalam bentuk surat permohonan pengunduran diri yang dikirimkan langsung ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan yang dibuat pada tanggal 1 Juli 2015 kemarin.
Dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Semarang, Bambang dipastikan akan bertarung melawan incumbent Mundjirin yang juga akan maju kembali pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang.
Menurut Bambang, langkah yang diambilnya tersebut merupakan bagian dari konsekwensi terkait pencalonan dirinya maju sebagai pimpinan kepala daerah. “Memang aturannya seperti ini, dan saya sudah siap untuk melaksanakan putusan MK tersebut untuk melepas jabatan sebagai ketua DPRD Kabupaten Semarang,” terang Bamabang, Kamis (9/7).
Sembari menunjukkan surat permohonan pengunduran dirinya di hadapan Rakyat Jateng, Bambang mengaku bahwa dirnya mengacu pada hasil putusan MK, dan wajib menjalankan putusan tersebut setelah statusnya sebagai calon bupati Semarang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang pada 24 Agustus mendatang. “Harus diputuskan ketika seorang anggota DPR telah memutuskan untuk maju dalam pemilihan kepala daerah, jika tidak berani mengambil risiko buat apa maju menjadi calon bupati,” tegas
Bamabang Kusriyanto yang akrab disapa Krebo.
Hasil putusan MK, lanjut Krebo, sarat akan muatan politis, lantaran anggota DPRD bukanlah pejabat, seperti halnya PNS, Polri dan TNI, akan tetapi merupakan jabatan politis, lantaran dipilih oleh rakyat. Akan tetapi menurut putusan MK, anggota dewan juga dianggap bisa menggunakan fasilitas negara.
Sementara itu politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Semarang, yang disebut-sebut mendampingi Krebo maju dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Semarang, M Basari, mengaku bahwa dirinya juga telah siap untuk melepaskan jabatannya sebagai anggota dewan. “Secara pribadi saya siap untuk melepas jabatan saya sebagai anggota DPRD Kabupaten Semarang,” terangnya.
Basari mengaku, bahwa koalisi PDI Perjuangan dengan PKB akan berjalan solid, mengingat marhainis dan nahdiyin bersatu untuk memenangkan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Semarang, pungkasnya. (wis)

loading...
Click to comment
To Top