Ini Komentar Jimly dan Johan Budi Usai Ikut Tes KPK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Ini Komentar Jimly dan Johan Budi Usai Ikut Tes KPK

JAKARTA  Proses seleksi pencarian calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berlanjut. Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, calon pimpinan KPK kembali menjalani tes berikutnya kemarin (8/7). Sebanyak 189 orang mengikuti uji kompetensi dan penulisan makalah.

Tes tersebut berlangsung di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg), Cipete, Jakarta. Ujian berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00. Tahap pertama, peserta harus mengerjakan uji kompetensi. Soal yang harus dijawab berjumlah 70. Soal itu terdiri atas keorganisasian, kepegawaian, dan semua yang mengatur KPK.

Sekitar pukul 11.00, peserta menyelesaikan tes pertama. Salah seorang calon pimpinan KPK Jimly Asshiddiqie mengakui bahwa soal yang diberikan sangat sulit. Soal itu berkaitan dengan keorganisasian di KPK. Namun, dia yakin bisa lolos ke tahap selanjutnya. ”Saya serahkan kepada pansel,” ucapnya.

Namun, berbeda halnya dengan Johan Budi Sapto Prabowo. Pelaksana tugas (Plt) pimpinan KPK itu menyatakan bisa menjawab semua pertanyaan. ”Kantinggal jawab saja yang benar,” ucapnya sambil tersenyum.

Johan merupakan salah seorang calon dari internal KPK. Selain Johan, ada empat calon lagi dari lembaga antirasuah tersebut. Ada anggapan bahwa peluang pria asal Mojokerton tersebut untuk menjadi pimpinan KPK lebih besar daripada calon di luar KPK. Menanggapi itu, mantan juru bicara KPK tersebut mengatakan tidak ada yang diistimewakan dalam tes itu. ”Pansel profesional. Semua akan berjalan sesuai dengan mekanisme pansel,” paparnya.

Pukul 12.00, tes berlanjut. Kali ini peserta harus mengikuti tes penulisan makalah. Satu per satu peserta harus menjabarkan pemikiran serta inovasinya untuk KPK ke depan. Tes tersebut berlangsung hingga pukul 15.00.

[NEXT-FAJAR]

Anggota pansel Betti Alisjahbana mengatakan, uji kompetensi dan makalah berjalan dengan lancar. Menurut dia, kompetensi dan pemikiran peserta sangat mumpuni untuk menjadi pimpinan KPK ke depan.

Seharusnya, tes kemarin diikuti 194 peserta. Sayang, ada lima orang yang tidak hadir. Yakni, Desman Reiner Siahaan, Djoni Edward, Edy Mulyana, Franky Ariyadi. ”Satu lagi saya lupa,” ujarnya saat dihubungi.

Sementara itu, ketua pansel KPK Destry Damayanti mengatakan bahwa makalah yang dibuat capim KPK akan dinilai para pakar. Pansel sudah menyiapkan 15 pakar untuk meneliti makalah tersebut. ”Kami nilai orisinalitas dan inovasi gagasannya,” ucapnya.

Saat ini banyak publik yang bertanya mengapa pansel meloloskan salah seorang calon dari partai. Yakni, politikus PPP Ahmad Yani. Meski saat ini tidak lagi duduk di DPR dan menjadi pengurus struktural di PPP, Yani masih menjadi anggota partai. Dikhawatirkan setelah menjadi pimpinan, dia akan melemahkan KPK dari dalam. Salah satunya menerima revisi UU KPK.

Menyikapi itu, Destry belum bisa memastikan apakah akan mencoret nama Ahmad Yani. Namun, dia menegaskan bahwa pansel akan memilih capim KPK yang berintegritas dan tidak cacat hukum. Selain itu, capim harus independen dan bisa meningkatkan kembali marwah KPK. ”Itu yang akan kami perhatikan,” tuturnya.

Dia melanjutkan, hasil tes uji kompetensi dan makalah akan diumumkan pada 14 Juli. Namun, Destry belum memastikan berapa orang yang akan lolos. Setelah itu, pada 27–28 Juli, dilaksanakan tes ketiga, yakni personal assessment(aph/c6/end/JP)

loading...
Click to comment
To Top