Jami’yyah Yasin Fadhilah sebagai Media Ukhuwah Islamiyah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Jami’yyah Yasin Fadhilah sebagai Media Ukhuwah Islamiyah

KUDUS, RAJA – Ratusan jamaah yang tergabung dalam jam’iyyah yasin fadhilah mengadakan istigasah dan buka bersama dengan Bupati Kudus di pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (7/7). Mereka berasal dari seluruh elemen masyarakat yang ada di Kudus. Mulai dari tokoh masyarakat, alim ulama, kepala desa, camat, hingga pejabat pemkab Kudus.

Bupati Kudus H. Musthofa menyambut hangat kehadiran para jamaah tersebut. Selain kegiatan berbuka puasa bersama, sebelumnya telah diawali dengan pembacaan doa, tahlil, dan bacaan yasin fadhilah yang diikuti seluruh jamaah. Selepas berbuka, dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah di pendopo.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh jamaah yang telah meluangkan waktu untuk ‘ngaji bareng’. Dirinya tidak menyebut acara ini sebagai pengajian, namun untuk mengaji/berdoa bersama dan menjalin tali silaturahmi. Karena ini silaturahmi dan persaudaraan merupakan kunci utama dalam membangun Kudus.

”Jam’iyyah Yasin Fadhilah ini sebagai media untuk berkumpul menjalin ukhuwah dan tali silaturahmi seluruh elemen masyarakat,” kata bupati di hadapan ratusan jamaah.

Tentunya ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan menjalin silaturahmi ini. Termasuk bersama-sama meraih semua harapan dan cita-cita seluruh jamaah. Juga untuk mewujudkan Kudus agar lebih baik dan semakin maju. Selain itu, bupati berharap ada perubahan akhlak dan sikap yang lebih baik dari para jamaah sebagai wujud nyata hasil mengaji bersama ini.

”Semoga hasil ngaji bareng kita ini menghasilkan sikap dan akhlak yang lebih baik bagi kita semua dan semoga semua harapan kita dikabulkan Allah SWT,” imbuhnya.

Lebih lanjut bupati mengatakan bahwa acara ini sangat positif bagi kekuatan religi di Kudus. Terlebih di bulan suci Ramadan ini kita dianjurkan untuk beramal dan berbuat lebih baik selama Ramadan sebagai bulan ‘pelatihan’ dalam menahan diri dari segala godaan dan nafsu dunia. Dan sore itu, momen yang sangat tepat dalam berlomba-lomba meraih rida Allah dengan istigasah.

Namun demikian, orang nomor satu di Kudus tidak mengharapkan adanya rasa keterpaksaan dari para jamaah untuk hadir. Tetapi harus dilandasi kesadaran dan rasa ikhlas serta tulus untuk hadir di tempat itu. Tidak akan ada nilai apa-apa ketika kehadiran dilandasi rasa ewuh pakewuh dengan pimpinan atau atasannya.

”Lebih baik yang hadir sedikit tetapi berkualitas dari pada banyak namun dilandasi rasa berat hati dan ewuh pakewuh,” pungkasnya. (*)

loading...
Click to comment
To Top