Pilkada Surabaya, PDIP Resmi Usung Risma-Whisnu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Pilkada Surabaya, PDIP Resmi Usung Risma-Whisnu

SURABAYA – Akhirnya teka-teki siapa yang bakal diusung oleh PDI Perjuangan dalam Pilkada Surabaya terjawab sudah. Secara resmi, DPP PDI Perjuangan telah memberikan rekomendasi kepada Tri Rismaharini – Whisnu Sakti Buana untuk berpasangan dalam Pilkada Surabaya.

Itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang hadir dalam rapat kerja cabang khusus (rakercabsus) di Gedung Wanita Kalibokor. Restu DPP PDIP kepada Risma-Whisnu tertuang dalam surat rekomendasi nomor 273/IN/DPP/VI/2015 bertanggal 22 Juni 2015 yang ditandatangani Hasto dan Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDIP Idham Samawi.

Untuk surat yang dipakai dalam keperluan pendaftaran ke KPU Surabaya diberikan dengan amplop cokelat tertutup. Surat yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto tersebut diberikan kepada Risma dan Whisnu secara terpisah dalam dua amplop berbeda.

Pada rakercabsus itu, Risma tampak begitu siap. Perempuan pertama yang menjadi wali kota Surabaya tersebut mengenakan baju merah berlengan panjang. Di dada kiri ada lambang banteng moncong putih khas PDIP. Di dada sebelah kanan belum ada emblem nama Risma layaknya baju milik kader-kader PDIP lain.

Saat memberikan sambutan pada rakercabsus itu, Risma mengungkapkan, dirinya juga mendapatkan amanat khusus dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia diminta untuk merawat dan lebih menyejahterakan warga Surabaya.

“Karena itu, saya berharap kita semua bekerja bersama. Mohon PAC dan ranting (PDIP, Red) melapor kalau ada warganya yang belum sejahtera,” katanya.

Risma menepis anggapan kerap berseberangan dengan Whisnu Sakti Buana yang menjadi wakilnya. Meski pernah ada sejarah buruk berupa pemakzulan, Risma sudah melupakan itu semua. Dia menyebutkan selama ini berbagi peran dengan Whisnu.

[NEXT-FAJAR]

Whisnu yang juga ketua DPC PDIP Surabaya tersebut sempat berseloroh saat mengawali pidatonya. Dia menyebutkan, Risma akhirnya bisa menampakkan jati dirinya dengan seragam PDIP. Whisnu pun siap mendampingi Risma untuk maju dalam pilwali 2015. Pada tahun ini, DPC PDIP Surabaya menargetkan bisa mendapatkan 93 persen suara. ”Bandingannya, di Solo saja Pak Jokowi pada periode kedua bisa dapat 92 persen. Maka, di Surabaya saya kira 93 persen sanggup,” tambahnya.

Dia juga menyentil parpol-parpol yang bergabung dalam Koalisi Majapahit. Whisnu bahkan menantang Koalisi Majapahit untuk bertanding secara sportif dalam pilwali. Dia meminta Koalisi Majapahit tidak berupaya menggagalkan pilwali dengan cara tidak mengusung satu calon pun.

Whisnu mengklaim, beberapa partai siap untuk mendukung PDIP memajukan Surabaya. ”Mereka menyatakan siap mendukung dalam bentuk apa pun. Termasuk menyukseskan pilwali sesuai jadwal,” kata mantan wakil ketua DPRD Surabaya itu.

Sementara itu, Hasto menuturkan bahwa Surabaya menjadi salah satu kota yang menjadi target kemenangan PDIP. Dia yakin masyarakat sudah membuktikan track record baik yang ditorehkan Risma. ”Misalnya, membuat kampung lontong yang menggunakan saluran gas perkotaan yang lebih murah,” ungkapnya.

Mengenai wacana calon tunggal, Hasto menyatakan yakin akan ada pasangan lain yang diusung sebelum pendaftaran berakhir. Dia tahu bahwa semua partai punya etika moral untuk menjunjung tinggi demokrasi dengan mengajukan calon terbaik. Namun, DPP PDIP tidak akan mengintervensi partai di tingkat pusat agar mau mengajukan calon. ”Kami hormati rumah tangga partai lain,” katanya. (jun/c7/oni/JP)

loading...
Click to comment
To Top