Ilham: Doakan Kami di Pengadilan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Ilham: Doakan Kami di Pengadilan

JAKARTA, FAJAR – Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin akhirnya ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penahanan Ilham dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan selama enam jam. Ilham diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan kerja sama rehabilitasi dan transfer kelola air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar.

Laporan pandangan mata FAJAR di gedung KPK sore ini, Ilham keluar dari ruangan penyidik tepat pukul 15.00 WIB dengan menggunakan rompi berwarna orange dengan tulisan di punggung “Tahanan KPK”. Begitu keluar dari pintu gedung KPK, mantan ketua Demokrat Sulsel itu kemudian dikerubuti wartawan lalu masuk ke mobil tahanan menuju Rutan Guntur.

Ilham hanya bertutur singkat saat dimintai tanggapan. “Doakan kami di pengadilan,” katanya sembari bergegas naik ke mobil tahanan.

Saat pemeriksaan berlangsung, dua saudara Ilham, yakni Syamsul Bachri Sirajuddin dan Hendra Sirajuddin tetap setia mendampingi. Terlihat juga kolega dekat Selle KS Dalle dan beberapa politisi asal Sulsel. Namun detik-detik mendengar kabar jika Ilham segera mengenakan rompi, lebih dulu mereka meninggalkan gedung KPK.

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan perdana setelah penetapan Ilham sebagai tersangka untuk kedua kalinya.
Sebab penyidik KPK telah melakukan pemanggilan sebelumnya, namun baru hari ini, Ilham menyempatkan diri untuk diperiksa.
Salah satu alasan llham tidak memenuhi panggilan penyidik adalah karena sedang menjalani proses praperadilan. Namun, kini praperadilan llham telah ditolak Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Adik kandung Ilham, Hendra Sirajuddin kepada FAJAR menuturkan, sejak semalam keluarga sudah berkumpul di Jakarta. Semua sudah siap menerima penahanan Ilham oleh KPK. “Bapak bahkan jauh hari sudah sangat siap menghadapinya. Kami tetap yakin Allah memberi kemudahan itu. Dari pada menggantung seperti yang lalu tanpa kepastian, jauh lebih baik seperti ini,” jelas Hendra dari balik telepon.

Dirinya mengaku sangat sedih di balik penahanan kakaknya, namun mau bagaimana lagi, harud dijalani. Semua tanggungjawab siap dilakukan oleh kakaknya. “Masih ada pengadilan yang menjadi harapan untuk keadilan. Kapastian jauh lebih penting,” bebernya. (fmc)

loading...
Click to comment
To Top