Tak Ingin Kecolongan, Polisi Pantau Kantor DPD Golkar Grobogan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Tak Ingin Kecolongan, Polisi Pantau Kantor DPD Golkar Grobogan

GROBOGAN – Kisruh Partai Golkar di tingkat atas berimbas hingga tingkat bawah. Tak terkecuali Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Saat ini gonjang-ganjing kepengurusan Golkar di Grobogan terpecah menjadi dua. Yang satu di bawah kepemimpinan H. Icek Baskoro, SH dari versi Abu Rizal Bakrie sedangkan yang satu di bawah kepemimpinan H. Suwito versi Agung Laksono.

Suwito didampingi sejumlah pengurus mengatakan bahwa sejak Kamis (9/7) kemarin, pihaknya resmi membuka pendaftaran calon bupati dan calon wakil bupati Grobogan periode 2016-2021. Hal ini sesuai dengan perintah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sehingga ini wajib di laksanakan.
“Kami selaku yang ditunjuk sebagai Plt kepengurusan yang sah sesuai dengan SK yang kami terima dari DPP bahwa kami resmi membuka pendaftaran calon bupati dan calon wakil bupati Grobogan,” tandasnya.
Wito juga menambahkan bahwa semua warga Negara Republik Indonesia boleh mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan calon wakil bupati Grobogan. Adapun formulir pendaftaran bisa diambil di kantor sekretariat pendaftaran di Nglejok, Desa Kuripan, Kecamatan Purwodadi, imbuh Wito didampingi sekretarisnya Bambang serta bendahara Mustofa.
Terkait kantor DPD Golkar yang ada di Jalan R. Suprato, Wito menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan mengambil secara paksa kantor yang ada di Jalan R Suprapto itu. “Karena, nantinya dengan sendirinya kantor tersebut bisa kami tempati, semua butuh proses dan waktu tidak bisa serta merta diambil alih. Kami yakin jika kami ngotot untuk mengambil alih kantor itu maka bisa dipastikan benturan fisik akan terjadi dan hal ini akan menjadi preseden buruk bagi partai Golkar ke depan,” papar Wito.
“Tinggal tunggu waktu saja, apalagi Ketua DPD Icek Baskoro dengan secara resmi mendeklarasikan bahwa pihaknya didukung oleh Partai Nasdem, maka secara otomatis peluang Icek untuk maju melalui partainya sendiri bisa gugur, karena Icek telah meninggalkan gerbongnya sendiri yakni Partai Golkar,” jelas Wito.
Sementara itu sehari sebelum dibukanya pendaftaran calon bupati dan calon wakil bupati versi Agung Laksono, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Irianto kepada wartawan mengatakan pihaknya akan memantau terus perkembangan selanjutnya. “Sebab jika ini tidak dipantau kami takut kecolongan hingga dikhawatirkan terjadinya benturan fisik antar pendukung. Sehingga sedini mungkin akan kami deteksi,” jelasnya saat buka bersama wartawan kemarin.
Kapolres juga menambahkan, jika kemungkinan terburuk terjadi yakni perebutan kantor DPD Partai Golkar yang ada di Jalan R.Suprapto oleh dua kubu maka kantor tersebut akan diamankan. “Tentunya kami akan berpedoman pada status quo yakni sesuai keabsahan dari Kemenkumham yang berhak menempati kantor tersebut,” papar Kapolres.
Di sejumlah daerah, kader Golkar lebih memilih maju lewat jalur perseorangan daripada diusung Golkar yang terus berpolemik. Seperti Adnan Ichsan YL, anggota DPRD Sulsel dari Golkar, yang memilih maju di Pilkada Gowa lewat jalur perseorangan. Kader Golkar lainnya yang maju lewat jalur perseorangan adalah Dadang M Naser yang merupakan petahana Bupati Bandung.
Pasangan satu paket Dadang Naser dan Gungun Gunawan resmi melalui jalur independen setelah menyerahkan berkas dukungan untuk perseorangan ke KPUD Kabupaten Bandung pada Senin (15/6) lalu. (awg)

loading...
Click to comment
To Top