24 Orang Tewas Saat Pembagian Baju Lebaran Gratis – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

24 Orang Tewas Saat Pembagian Baju Lebaran Gratis

FAJARONLINE, DHAKA – Pembagian baju gratis di Kota Mymensingh, Bangladesh, kemarin (10/7) berujung petaka. Sebanyak 24 orang dilaporkan tewas terinjak-injak dan lebih dari 50 orang lain menderita luka-luka. Warga miskin yang datang dan berharap mendapat baju untuk berlebaran justru pulang membawa sanak keluarga mereka yang sudah tidak bernyawa.

“Istri saya pergi ke sana untuk memperoleh beberapa pakaian dan anak-anak kami. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan anak-anak saya setelah ini,” kata Mohammad Robiul, penarik becak, lantas menangis sesenggukan. Istrinya kehilangan nyawa dalam tragedi memilukan tersebut.

Kejadian itu bermula saat sebuah perusahaan rokok di daerah tersebut mengumumkan akan membagikan pakaian gratis. Berharap bisa menerima baju baru untuk Lebaran, pada pukul 04.45 waktu setempat, sekitar 1.500 penduduk kurang mampu langsung berdatangan di depan pabrik.

Begitu pintu pabrik dibuka, mereka langsung berdesak-desakan untuk masuk. Pintu gerbang yang kecil membuat orang-orang di bagian depan kian terdesak. Beberapa orang mulai jatuh dan berakhir dengan terinjak-injak. Panik, pihak pabrik akhirnya menutup gerbang. Akibatnya, kondisi makin parah karena orang yang mengantre di belakang tidak tahu bahwa gerbang ditutup dan mereka terus mendesak maju.

“Ketika satu orang terjatuh ke tanah, 15–20 orang lain ikut terjatuh. Orang-orang menemui ajal saat mereka (petugas pabrik, red) menutup gerbang,’’ ujar Dulal Mia, penarik becak di lokasi kejadian.

Salah satu siaran televisi menunjukkan orang-orang kurang mampu tersebut terimpit di tengah kerumuman dengan putus asa. Pasca kejadian, tampak beberapa sandal yang berlumuran darah tergeletak di lokasi. Mayoritas korban dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan becak kayuh.

“Mayoritas korban adalah perempuan miskin yang kurus dan anak-anak,’’ jelas Kepala Polisi Mymensingh Moinul Haque. Jumlah korban tewas bisa melonjak lantaran beberapa korban luka dalam kondisi kritis. Sebanyak 24 jenazah korban tewas telah diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Niat baik untuk membagikan baju baru gratis itu juga membikin pemilik pabrik berurusan dengan polisi. Dia dan enam orang lain ditahan karena dianggap lalai dan mengabaikan keselamatan publik.

’’Kami akan mengambil langkah-langkah hukum,’’ tegas Gubernur Distrik Mymensingh Mustakim Billah. Komite khusus pun telah dibentuk untuk melakukan penyelidikan atas tragedi tersebut. Laporan lengkapnya diungkapkan kepada publik dalam kurun waktu tiga hari mendatang.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina merasa shock atas tragedi itu. Dia menyampaikan dukacita dan belasungkawa kepada keluarga korban. Di sisi lain, Kementerian Urusan Keagamaan akan memberikan uang santunan BDT 10 ribu (Rp 1,7 juta) kepada setiap keluarga korban.

Sejatinya tragedi seperti itu pernah terjadi di Bangladesh. Saat menjelang Lebaran, orang-orang kaya memang kerap membagikan baju baru, makanan, maupun uang sebagai bentuk zakat pada Ramadan. Namun, setiap tahun pembagian barang-barang tersebut memakan korban. Entah itu luka maupun tewas. Pada 2002, sebanyak 40 orang tewas terinjak-injak saat mengantre baju gratis yang dibagikan pabrik garmen di Kota Tangail.(AFP/BBC/CNN/sha/c14/ami)

loading...
Click to comment
To Top