Isu Suhu Panas Pengaruhi Kunjungan Umrah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Isu Suhu Panas Pengaruhi Kunjungan Umrah

FAJARONLINE, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan, jumlah jamaah umrah sepanjang 2015 sangat tinggi, yakni 600 ribu orang. Namun, khusus edisi Ramadan, kunjungan umrah tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya. Sebab, berembus kabar bahwa Arab Saudi akan mengalami gelombang panas yang menjalar dari India awal Juni lalu.

Sekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Budi Firmansyah membenarkan bahwa jumlah jamaah umrah tahun ini sudah mencapai 600 ribu orang. Tetapi, dia menegaskan, kegiatan perjalanan umrah sepanjang Ramadan tahun ini tidak terlalu ramai.

“Data resmi kunjungan umrah selama Ramadan memang belum dihitung total, tetapi ada penurunan,” katanya. Meski informasi gelombang panas sangat santer, itu tidak terbukti. Hanya, informasi tersebut telanjur memengaruhi masyarakat yang akan umrah pada Ramadan ini.

Budi menuturkan, awal Juni lalu dunia dihebohkan dengan gelombang panas yang melanda India. “Gelombang panas ini dikabarkan merembet ke Pakistan, lalu Arab Saudi. Bahkan, ada yang menyebut panas di Saudi bisa mencapai 50 sampai 65 derajat Celsius,” urainya.

Namun, pada kenyataannya, hingga memasuki Juli, cuaca di Saudi tidak begitu panas. Catatan cuaca dunia dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, rata-rata cuaca di Jeddah atau Makkah saat ini 43 derajat Celsius. Angka itu masih jauh dari kekhawatiran gelombang panas yang sampai 50 hingga 65 derajat Celsius

Cuaca di Saudi yang saat ini mencapai 43 derajat Celsius bakal berjalan hingga pengujung Agustus atau bertepatan dengan kedatangan jamaah haji Indonesia di sana. Meski hawa panas di Saudi tidak sampai 50 derajat Celsius, jamaah haji tetap harus waspada. Sebagai perbandingan, hawa panas di Jakarta atau Surabaya berada di kisaran 34 derajat Celsius.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengeluarkan imbauan bagi calon jamaah haji (CJH) untuk menghadapi cuaca di Saudi nanti. Kepala Balitbang Kesehatan Kemenkes Tjandra Yoga Aditama menuturkan, ancaman dehidrasi masih menghantui jamaah. Kondisi dehidrasi bisa memperburuk CJH yang membawa penyakit kronis sejak dari tanah air.

“Setiap aktivitas di luar ruangan harus membawa air mineral,” kata Tjandra. Selain itu, CJH diimbau selalu membawa sapu tangan. Gunanya adalah mendinginkan muka atau kepala ketika berada di terik matahari.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag Mochammad Jasin saat ini berada di Arab Saudi untuk memantau persiapan penyelenggaraan haji. Dia mengungkapkan, saat ini kondisi cuaca di Saudi memang cenderung panas. ’’Tetapi, panasnya sama dengan musim haji tahun lalu,’’ katanya.

Karena itu, dia optimistis seluruh panitia haji tidak akan mengalami gangguan signifikan karena sudah belajar dari pengalaman tahun lalu. Namun, dia meminta CJH lebih disiplin mengikuti anjuran petugas kesehatan untuk mengantisipasi dehidrasi.

 

Click to comment
To Top