Awas…!! Jangan Sampai Indonesia Seperti Yunani – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Awas…!! Jangan Sampai Indonesia Seperti Yunani

JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta terus membuka dialog dengan berbagai pihak dalam menyikapi gejolak ekonomi di Yunani dan Tiongkok, sehingga dapat meminimalkan dampaknya terhadap perekonomian di Indonesia.

Demikian diungkap Rektor Universitas Paramadina Jakarta, Firmanzah dalam diskusi bertajuk ‘Mengupas Kekuatan Ekonomi Indonesia Pasca Yunani Kolaps dan Tiongkok Lesu’ yang digelar di Kedai Tjikini, Jakarta (Minggu, 12/7).

“Jangan memberikan stimulus berlebihan,” katanya.

Hal itu diingatkan Firmanzah terkait pidato Presiden Jokowi dalam acara ‘Presiden Menjawab Tantangan Ekonomi’, Kamis lalu (9/7). Di mana, Jokowi mengatakan sangat yakin bahwa saat ini Indonesia tidak bisa lagi menunda untuk melakukan reformasi perekonomian secara fundamental. Reformasi yang mendalam dan menyeluruh dapat menghindari Indonesia terjerat krisis ekonomi seperti yang terjadi di Eropa.

Menurutnya, saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan ekonomi internal dan eksternal. Di dalam negeri, terdapat perlambatan pertumbuhan ekonomi, sedangkan secara eksternal adanya gejolak ekonomi di Yunani dan Tingkok, serta keputusan bank sentral Amerika Serikat The Fed. Namun, tekanan akibat kedua kondisi itu tidak akan membuat Indonesia mengalami krisis seperti tahun 1998.

“Fundamental kita masih terjaga, misalnya sekarang ada proses dan prosedur pengelolaan utang negara. Tapi, pasti Kabinet Kerja bidang ekonomi ini libur lebarannya tak akan terlalu tenang,” jelas Firmanzah.

Untuk itu, dia menambahkan, langkah yang harus dilakukan juga oleh pemerintah adalah mengelola usaha kecil dan menengah (UKM) yang menyerap banyak tenaga kerja. Kemitraan pemerintah dengan dunia usaha harus berjalan baik.

“Kalau kasus-kasus eksternal tak jelas selesainya sedangkan masalah internal tidak diatasi dengan baik bisa saja terjadi resesi,” tegas Firmanzah.

Selain Firmanzah, diskusi yang diselenggarakan yang digelar Kelompok Kajian dan Opini Publik Indonesia (kedaiKOPI) juga menghadirkan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKB Ana Muawwanah, Ekonom Watimpres/Megawati Institute M. Islam, dan pengamat kebijakan publik Agus Pambagio.

KedaiKOPI sendiri merupakan lembaga diskusi dan kajian yang menghimpun dan menyuarakan opini publik terhadap isu-isu di masyarakat. Hasil kajian ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi semua stake holder dalam mengambil kebijakan yang terkait dengan kepentingan publik. KedaiKOPI telah menggelar sejumlah diskusi publik dan survei mengenai berbagai masalah. [wah/rmol]

loading...
Click to comment
Ragam

Awas…!! Jangan Sampai Indonesia Seperti Yunani

JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta terus membuka dialog dengan berbagai pihak dalam menyikapi gejolak ekonomi di Yunani dan Tiongkok, sehingga dapat meminimalkan dampaknya terhadap perekonomian di Indonesia.

Demikian diungkap Rektor Universitas Paramadina Jakarta, Firmanzah dalam diskusi bertajuk ‘Mengupas Kekuatan Ekonomi Indonesia Pasca Yunani Kolaps dan Tiongkok Lesu’ yang digelar di Kedai Tjikini, Jakarta (Minggu, 12/7).

“Jangan memberikan stimulus berlebihan,” katanya.

Hal itu diingatkan Firmanzah terkait pidato Presiden Jokowi dalam acara ‘Presiden Menjawab Tantangan Ekonomi’, Kamis lalu (9/7). Di mana, Jokowi mengatakan sangat yakin bahwa saat ini Indonesia tidak bisa lagi menunda untuk melakukan reformasi perekonomian secara fundamental. Reformasi yang mendalam dan menyeluruh dapat menghindari Indonesia terjerat krisis ekonomi seperti yang terjadi di Eropa.

Menurutnya, saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan ekonomi internal dan eksternal. Di dalam negeri, terdapat perlambatan pertumbuhan ekonomi, sedangkan secara eksternal adanya gejolak ekonomi di Yunani dan Tingkok, serta keputusan bank sentral Amerika Serikat The Fed. Namun, tekanan akibat kedua kondisi itu tidak akan membuat Indonesia mengalami krisis seperti tahun 1998.

“Fundamental kita masih terjaga, misalnya sekarang ada proses dan prosedur pengelolaan utang negara. Tapi, pasti Kabinet Kerja bidang ekonomi ini libur lebarannya tak akan terlalu tenang,” jelas Firmanzah.

Untuk itu, dia menambahkan, langkah yang harus dilakukan juga oleh pemerintah adalah mengelola usaha kecil dan menengah (UKM) yang menyerap banyak tenaga kerja. Kemitraan pemerintah dengan dunia usaha harus berjalan baik.

“Kalau kasus-kasus eksternal tak jelas selesainya sedangkan masalah internal tidak diatasi dengan baik bisa saja terjadi resesi,” tegas Firmanzah.

Selain Firmanzah, diskusi yang diselenggarakan yang digelar Kelompok Kajian dan Opini Publik Indonesia (kedaiKOPI) juga menghadirkan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKB Ana Muawwanah, Ekonom Watimpres/Megawati Institute M. Islam, dan pengamat kebijakan publik Agus Pambagio.

KedaiKOPI sendiri merupakan lembaga diskusi dan kajian yang menghimpun dan menyuarakan opini publik terhadap isu-isu di masyarakat. Hasil kajian ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi semua stake holder dalam mengambil kebijakan yang terkait dengan kepentingan publik. KedaiKOPI telah menggelar sejumlah diskusi publik dan survei mengenai berbagai masalah. [wah/rmol]

loading...
Click to comment
To Top