Bamsoet: Islah Golkar hanya Manis di Bibir – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Bamsoet: Islah Golkar hanya Manis di Bibir

JAKARTA–Bendum Golkar versi Munas Bali, Bambang Soesatyo menilai islah antara kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie sekarang hanya lucu-lucuan, karena hanya manis di bibir tapi sulit dilaksanakan di lapangan. Berbagai syarat untuk pengajuan bersama menurutnya sangat sulit dilakukan

‘’Kenapa? Pertama, siapa yang berhak tanda tangan dalam pengajuan calon kepala daerah? Jika yang tanda tangan dua kubu, itu melanggar UU dan rawan gugatan. Bagaimana kalau calonnya tidak sama? Kalau pakai survey, kan makan waktu lama. Apakah kita mau diakali survei abal-abal? Jadi, suhu politik di Golkar sekarang ini seperti api dalam sekam. Siapa yang bisa jamin, calon kepala daerah yang terleminir oleh survey abal-abal tidak ngamuk,’’ kata Bambang.

Bamsoet berharap seluruh kader beringin sadar bahwa sekarang ini Golkar sedang diadu domba oleh pihak luar yang ingin menghancurkan partai dari dalam.

‘’Semua harus pasang mata dan telinga karena sekarang ini ada oknum yang ingin menggaruk uang mahar dengan gelap mata sehingga menghalalkan segala cara,’’ ujarnya.

Terakhir Bamsoet mengakui, walaupun kubu Aburizal Bakrie sudah menyetujui perubahan Peraturan KPK (PKPU) yang membolehkan Golkar dan PPP ikut pilkada dengan dua surat, namun menurutnya, kebijakan KPU tersebut hanya akal-akalan untuk melanggar UU.

‘’Saya kecewa berat, ini sama saja dengan KPU memperdaya DPR untuk melanggar UU. Ini tipu daya untuk melegalisasi langkah KPU melanggar UU, karena dalam UU jelas dikatakan bahwa yang berhak tanda tangan itu ketua umum dan sekjen, bukan kepengurusan ganda. Saya prihatin DPR masuk jebakan batman KPU untuk langgar UU,’’ kata Bambang.

Bambang berharap, KPU tidak melibatkan DPR untuk melanggar UU. Silahkan KPU putuskan pihak mana yang bolehn ikut pilkada, tak perlu menyeret-nyeret DPR. Di sisi lain, Bambang juga meminta DPR tidak mengemis-ngemis pada KPU agar Golkar dan PPP ikut pilkada. (fmc)

To Top