Gizi Buruk di NTT Jangan Ditutupi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Gizi Buruk di NTT Jangan Ditutupi

JAKARTA-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya diminta tidak menutupi kejadian busung lapar dan gizi buruk yang menimpa ribuan anak di wilayahnya, terkait kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri perayaan Hari Koperasi ke-69 di Kota Kupang, hari ini (Minggu, 12/7).

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mengatakan, masyarakat NTT harus mendesak pemerintah agar memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak daerah yang terisolasi dari segala akses, terutama akses transportasi, kesehatan, pendidikan, dan komunikasi.

Persoalan gizi buruk dan busung lapar yang diderita anak-anak NTT dan urusan tata niaga sapi dalam bentuk kerja sama Pemprov NTT dan Pemprov DKI Jakarta harus menjadi satu bagian diskusi tersendiri dengan Wapres Jusuf Kalla. Sebab, soal gizi buruk dan busung lapar menyangkut penyelamatan masa depan generasi di NTT.

“Kondisi NTT yang serba kurang,” kata Petrus dalam penjelasan persnya.

Di sisi yang lain, persoalan tata niaga sapi dalam rangka kerja sama dagang antar Pemprov NTT dan Pemprov DKI Jakarta dan tata niaga ikan dengan Pemprov Jawa Tengah, sepertinya hanya enak didengar untuk konsumsi politik. Namun hal itu sulit dipraktikkan.

“Khusus untuk peternak sapi tradisional, sudah banyak keluhan karena para peternak tidak bisa lagi menjual secara bebas hasil ternaknya untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari. Karena harus menjual dengan mengikuti tata niaga sapi yang berbelit dan hanya menguntungkan pedagang besar,” jelas Petrus.

“Padahal peternak sapi NTT adalah peternak tradisional yang menggantungkan hidup sehari-hari antara lain dari menjual sapi di pasar,” tambahnya.

Menurut Petrus, gubernur tidak boleh membungkus segala kekurangan dan kegagalannya dalam mengelola Provinsi NTT, dengan membuat kemasan baru menjadi sebuah informasi sukses besar di mata Wapres Jusuf Kalla.

“Wapres adalah tipe seorang pemimpin yang cepat mengambil keputusan yang solutif. Dengan demikian, lebih baik gubernur berkata jujur,” tegasnya. [wah/rmol]  

loading...
Click to comment
To Top