Pelemahan Ekonomi China Hanya Propaganda Barat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Pelemahan Ekonomi China Hanya Propaganda Barat

JAKARTA-Ekonomi China dinilai masih kuat. Karena itu, pasar saham negara itu yang disebut merosot tajam bahkan sampai 30 persen dari angka tertingginya hanya propaganda.

“Saya melihat itu hanya propaganda. Karena ekonomi China masih tumbuh 7 persen,” jelas pengamat ekonomi Revrisond Baswir saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL (Fajar Grups) siang ini (Minggu, 12/7).

Lebih jauh dia menjelaskan, propaganda tersebut berasal dari negara-negara Barat. “Ya tujuanya untuk mengambat ekonomi China, menghambat ekspansi,” sambung dosen Universitas Gajah Mada ini.

Meski begitu, dia menambahkan, bukan berarti Indonesia bisa santai. Pemerintah tetap harus kerja keras.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan China, banyak pasar yang harus dibuka seperti India yang ekonomi juga sedang tumbuh,” lanjutnya.

Soal pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang lebih mengkhawatirkan pelemahan ekonomi China dibanding krisis yang terjadi di Yunani, dia pun mengamini. “Itu logis. Karena kalau dibandingkan antara China dan Yunani, nggak nyambung,” jelasnya. [zul/rmol]

loading...
Click to comment
Ragam

Pelemahan Ekonomi China Hanya Propaganda Barat

JAKARTA-Ekonomi China dinilai masih kuat. Karena itu, pasar saham negara itu yang disebut merosot tajam bahkan sampai 30 persen dari angka tertingginya hanya propaganda.

“Saya melihat itu hanya propaganda. Karena ekonomi China masih tumbuh 7 persen,” jelas pengamat ekonomi Revrisond Baswir saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL (Fajar Grups) siang ini (Minggu, 12/7).

Lebih jauh dia menjelaskan, propaganda tersebut berasal dari negara-negara Barat. “Ya tujuanya untuk mengambat ekonomi China, menghambat ekspansi,” sambung dosen Universitas Gajah Mada ini.

Meski begitu, dia menambahkan, bukan berarti Indonesia bisa santai. Pemerintah tetap harus kerja keras.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan China, banyak pasar yang harus dibuka seperti India yang ekonomi juga sedang tumbuh,” lanjutnya.

Soal pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang lebih mengkhawatirkan pelemahan ekonomi China dibanding krisis yang terjadi di Yunani, dia pun mengamini. “Itu logis. Karena kalau dibandingkan antara China dan Yunani, nggak nyambung,” jelasnya. [zul/rmol]

loading...
Click to comment
To Top