WNA Boleh Punya Hunian dengan Hak Izin Tinggal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

WNA Boleh Punya Hunian dengan Hak Izin Tinggal

FAJARONLINE, PROBOLINGGO – Warga negara asing (WNA) dipastikan boleh membeli hunian properti di Indonesia. Pemerintah menargetkan aturan pembelian hunian bagi WNA tersebut terbit akhir tahun ini.

’’Penggodokan sedang dilakukan. Paling lama akhir tahun kita realisasikan,’’ kata Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan di sela-sela penyerahan sertifikat kearifan lokal dan hak komunal di Probolinggo.

Menurut Ferry, pembahasan draf aturan itu harus dilakukan secara hati-hati dan cermat. Sebab, seluruh hasil keputusan aturan tersebut nanti memengaruhi pasar properti. ’’Dari saya (aturan kepemilikan asing) sudah final. Tapi, nanti kita koordinasikan dengan Menkeu dan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),’’ Kata Ferry.

Ferry juga menegaskan, salah satu syarat bagi WNA yang ingin membeli properti di Indonesia harus memiliki hak izin tinggal dan bukan izin kunjungan sebagai turis. ’’Nanti hak pakai (apartemen) tersebut bisa didapat setelah punya hak izin tinggal,’’ kata Ferry.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 1996 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing, WNA dilarang membeli hunian di Indonesia. WNA hanya boleh memiliki hak pakai selama 25 tahun dan bisa diperpanjang. Aturan tersebut, kata Ferry, nanti direvisi dengan menjadikan hak pakai seumur hidup dan bisa diwariskan kepada ahli waris yang juga memiliki izin tinggal juga. ’’Jadi, tidak seenaknya diwariskan. Ahli waris harus punya juga izin tinggal di Indonesia,’’ ujar Ferry.

Sementara itu, pengembang mendesak pemerintah segera mengeluarkan aturan yang membolehkan WNA membeli hunian. Sebab, aturan tersebut bisa menggairahkan pasar properti di tanah air. Produk hunian bakal memiliki segmen konsumen baru. ’’Potensinya sangat besar karena harga properti di Indonesia tergolong murah bila dibandingkan dengan negara tetangga,’’ kata Direktur Pemasaran Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi.

Selain itu, lanjut dia, pengembang dapat menjual hunian, khususnya apartemen, di luar negeri. Target pasarnya jelas, yakni WNA. ’’Upaya menggairahkan pasar, menurut saya, dengan adanya aturan ini lebih baik ketimbang penurunan kredit uang muka (LTV) dari BI,” kata Sutandi.(mir/c4/agm)

loading...
Click to comment
To Top