10 Polisi Bulukumba Tunggu Pemecatan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

10 Polisi Bulukumba Tunggu Pemecatan

FAJARONLINE, BULUKUMBA — Sebanyak sepuluh anggota Polisi dari Resor (Polres) Bulukumba terancam di pecat dari kepolisian, dan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH). Rencana pemecatan ini menyusul pelanggaran kode etik yang dilakukan sebelumnya.

Kasat Narkoba Polres Bulukumba, AKP Munasir, mengungkapkan, bahwa pihankya telah mengajukan permohonan PDTH kepada Polda Sulselbar terkait prilaku indisipliner. Pelanggaran yang dilakukan oknum polisi tersebut cukup berpariasi. Beberapa orang yang telah dinyatakan terlibat dalam penyalahgunaan narkotika, kedisiplinan, malas dalam melakukan tugas dan masih bahyak pelanggaran lainnya.

“Iya, ada sepuluh orang yag mau dipecat. Karena sudah tidak bisa kita membinanya, makanya kita ambil jalan ini,” katanya, Senin 13 Juli. Hanya saja, pihaknya eggan menyebutkan nama-nama dari oknum kepolisian tersebut.

Dengan cara begini, lanjut Munasir, agar tidak ada lagi toleransi yang diberikan kepada mereka. Bahkan, dengan pemecatan, diyakini akan mampu memberikan efek jera bagi oknum kepolisian sendiri. Selain ke sepuluh oknum polisi, masih ada beberapa anggota yang layak diberhentikan, namun masih berpikir dan memberikan kesempatan berubah. “Kita masih kasian. Makanya, kita harap dia berubah,” ungkapnya.

Satu orang anggota, lanjut Munasir, sedang menunggu hasil tes urine dari Labfor Polda, karena kasus narkoba. Jika terbukti, kata dia, maka sudah pasti akan dipecat. Meski hasil penggerebekan sudah ditemukan ada barang bukti sabu-sabu. Hanya, positif atau tidak masih menunggu hasil dari Polda. Apalagi, Kapolres sudah berjanji akan membersihkan anggota narkoba dari dalam, sebab sulit jika anggota ikut bermain. “Kita sedang tunggu hasilnya, jika terbukti kita akan proses dan berakhir pemecatan,” ujar dia.

Sebelumnya, Kapolres Bulukumba, AKBP Selamat Riyanto, mengaku sudah mengantongi nama oknum anggota polisi yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba di daerah ini. Dia berjanji akan menindak anggota yang tidak menghentikan kebiasan lama hingga lebaran mendatang. Pihaknya, tak memberikan kebijaksanaan sedikitpun bagi anggota yang terlibat, baik di Polres maupun di Polsek. “Saya paling anti anggota narkoba. Saya akan bersihkan dari dalam dulu, kemudian keluar. Saya tidak akan main-main. Siapapun kita akan proses,” ungkapnya.

Ketegasan yang ia lakukan saai ini, tidak lain hanya ingin memperbaiki lebih baik kinerja institusinya. Sebab dari hari ke hari tugas Polri akan semakin berat. Untuk itu ia tidak ingin ada oknum anggota yang merusak citra kepolisian lantaran tersangkut kasus pidana ataupun indisipliner dan kasus lainnya sehingga memalukan Polri. (taq/wik)

Click to comment
To Top