Ganti Rugi Tol Bawen-Salatiga Dibayarkan, Pengosongan Diberi Waktu Dua Bulan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Ganti Rugi Tol Bawen-Salatiga Dibayarkan, Pengosongan Diberi Waktu Dua Bulan

SALATIGA – Jika sebelumnya ngotorr menolak ganti rugi, akhirnya tujuh pemilik lahan terkena pembangunan jalan tol Semarang – Solo seksi III Bawen – Salatiga di wilayah Kauman Kidul dan Tingkir Lor mau menerima ganti rugi yang diajukan panitia pembebasan. Untuk pembayaran dilakukan di Pemkot Salatiga dengan jumlah seluruh nilai ganti rugi sebesar Rp 927.500.000 dengan luas lahan seluas 2.015 m2.

Saat pembayaran disaksikan pihak panitia pembangunan jalan tol dan petugas dari Bidang Tata Pemerintahan, Bagian Hukum Pemkot Salatiga. Uang ganti rugi diberikan dalam bentuk tabungan di BRI. Sedangkan para pemilik lahan yang akhirnya mau menerima ganti rugi adalah Hj Jaetun, Asiana, Atmaji, Sri Ningsih, Harjito, Amir, serta Nurul Hidayah.
“Hingga kini sudah 98% lahan yang dibebaskan. Kini, mulai melakukan pembayaran untuk tujuh orang yakni enam pemilik lahan diwilayah Kelurahan Kauman Kidul, kecamatan Sidorejo dan satu orang di Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir,” jelas Heru Budi Prasetya, salah seorang petugas yang melayani pembayaran ganti rugi pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo kepada Rakyat Jateng, di Pemkot Salatiga.
Ditambahkan, setelah semua dibebaskan, kontraktor penggarap proyek saat ini telah melakukan land clearing (pembersihan lahan). Untuk warga penerima ganti rugi diberi tenggat hingga dua bulan untuk pengosongan lahan terkena pembangunan jalan tol tersebut.
Dengan selesainya pembayaran ganti rugi ini, kini masih tersisa satu warga dengan dua bidang tanah di Kauman Kidul dan empat warga dengan empat bidang tanah di Tingkir Tengah. Namun, tim tetap optimis permasalahan akan segera terselesaikan.
Sebelumnya Wakil Ketua Panitia Pengadaan Tanah ( P2T) Pemkot Salatiga, Y Tri Priyo Nugroho pernah mengatakan, sesuai dengan program pemerintah, di tahun 2015 ini, untuk pembebasan tanah dan meratakan lahan pembangunan jalan tol. Sedang, pembangunan fisiknya dilakukan awal pada tahun 2016 mendatang.
“Sesuai rencana, tahun 2015 ini penyelesaian pembebasan lahan atau tanah dan tahun 2106 mendatang akan dimulai pembangunan secara fisik. Untuk wilayah Salatiga luas keseluruhan tanah warga yang terkena pembangunan jalan tol mencapai 140.980 meterpersegi (m²). Tanah tersebut milik 235 WTP (warga terkena proyek) yang tersebar di Kecamatan Sidorejo dan Tingkir,” jelas Tri Priyo Nugroho.
Untuk rinciannya, lahan di Kelurahan Kauman Kidul (Kecamatan Sidorejo) seluas 61.987 m², Kelurahan Bugel (Kecamatan Sidorejo) 28.853 m², Kelurahan Kutowinangun (Kecamatan Tingkir) 25.448 m² dan Kelurahan Tingkir Tengah (Kecamatan Tingkir) seluas 25.454 m².
Untuk jumlah bangunan yang terkena pembangunan jalan tol di Kelurahan Bugel (Sidorejo) sebanyak 17 unit, Kelurahan Kauman Kidul (Sidorejo) 37 unit, dan Kelurahan Tingkir Tengah (Tingkir) ada 4 unit. Dan untuk tanah milik Pemkot Salatiga yang bakal terkena pembangunan jalan tol Semarang – Solo Seksi III Bawen – Salatiga ada sebanyak 16 bidang dengan luas semuanya mencapai 62.995 meterpersegi. (hes)

loading...
Click to comment
To Top