Hendi Kaget Ditantang Anak Buahnya di Pilwalkot Semarang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Hendi Kaget Ditantang Anak Buahnya di Pilwalkot Semarang

SEMARANG – Tensi persaingan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Semarang makin meninggi. Bahkan, incumbent Hendrar Prihadi harus berhadapan dengan anak buahnya di Pilwalkot. Kepala Dinas PJPR memutuskan untuk maju menjadi balon wakil walikota, berpasangan dengan kandidat dari Gerindra sigit Ibnugroho yang diusung menjadi balon walikota.

Ditantang anak buahnya di Piwalkot, incumbent walikota Hendrar Prihadi pun kaget. Walikota yang akrab disapa Hendi itu justru bingung saat ditanya tanggapannya tentang adanya kepala dinas yang maju Pilwalkot.
“Siapa kepala dinas itu? Saya kok belum tahu,” kata Hendi, Minggu (12/7).
Saat mengetahui anak buahnya yang maju adalah Kepala Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR) Kota Semarang Agus Sutyoso, Hendi menunjukkan raut wajah yang semakin kaget dan setengah tidak percaya.
“Padahal saya sering ketemu dengan Pak Agus (Sutyoso) di beberapa acara pemkot. Yang bersangkutan juga belum pernah menyampaikan ini (maju pilwakot 2015),” ujar Hendi.
Hendi menegaskan sejauh ini belum tahu bila ternyata Agus Sutyoso maju sebagai bakal calon wakil walikota mendampingi bakal calon dari Gerindra – PAN, Sigit Ibunugroho. “Tetapi apapun itu adalah hak seseorang dan saya secara pribadi menghormati pilihan politiknya,” kata Hendi seraya menghela nafas panjang.
Hendi mengaku belum menerima surat pengunduran diri Agus, baik sebagai kepala dinas maupun PNS.
Bahkan, pasangan Sigit-Agus telah melakukan deklarasi di Kantor Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang. Kolaborasi pengusaha dan birokrat ini pun optimistis mewujudkan Semarang sebagai Gerbang Utama Jawa Tengah.
Deklarasi pasangan Sigit-Agus di kantor DPC PKB Kota Semarang, Jalan Lamper Tengah, Semarang Selatan, Sabtu (11/7).
Ketua DPC Kota Semarang, Teguh Widodo di depan dewan tanfid dan pengurus PAC menjelaskan, pertemuan dengan pasangan bakal calon menjadi bukti jika PKB tidak ada di ‘kamar sebelah’.
Pertemuan antara pasangan balon dengan Dewan Suro dan PAC Kota Semarang, menunjukan keseriusan untuk lebih mengenalkan antara calon pemimpin dengan pengurus partai pengusung.
“Ini bukti keseriusan PKB. PKB kemarin dikatakan masih lirik kamar sebelah. Kita pastikan, datangnya seorang pemimpin yang akan jadikan PKB ke depan makin maju,” ungkapnya.
PKB optimis bisa menjadi salah satu mesin penggerak untuk mencapai pemenangan pasangan Sigit-Agus. Hal ini ditunjukan dengan masa partai yang cukup besar. Berkolaborasi dengan Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) pemenangan Sigit optimis diraih.
“PKB masa sama dengan masa dipunya PDI P, yakni masa yang sulit ditiup angin dan dirayu. Jumlahnya sama, kita mengharap calon yang diusung tahu apa kebutuhan PKB untuk pemenangan,” imbuhnya.
Pengusungan pasangan yang mengambil slogan Si Bagus dikarenakan partai tidak mau dianggap remeh.
Sementara itu, Sigit Ibnugroho optimis dukungan PKB akan segera disusul dengan dukungan dari partai-partai lain yang selama ini telah menggelar koordinasi.
Selain PKB, komunikasi juga telah dilakukan dengan Partai Gerindra dan PAN. “Saya terima kasih karena PKB telah menjadi partai pertama yang mendeklarasikan diri mengusung saya dan pak Agus,” ungkapnya.
Sementara itu, Agus Sutiyoso, bakal calon Wakil Walikota pasangan Sigit optimis pengorbanan yang dilakukan dengan mundur dari pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Semarang akan menjadi amanah bagi dirinya dengan Walikota Sigit Ibnugroho untuk melayani Kota Semarang.
“Jika dihitung, masa pensiun saya masih 10 tahun lagi. Namun karena panggilan dan saya diberi amanah dari pak Sigit maka saya maju,” ungkap Agus.
Sementara itu bakal calon walikota yang mendaftar di Koalisi Gerindra-PAN, Soemarmo, mengatakan, silakan saja Sigit-Agus deklarasi, karena itu hak dari partai. “Ya monggo-monggo saja, nggak ada yang salah, ini namanya politik,” kata Marmo yang juga mendaftar di Koalisi Tugu Muda (PKS, Demokrat, Golkar) saat buka puasa bersama di rumahnya di Tembalang, kemarin.
Dinamika politik itu hal biasa terjadi. “Lihat saja di Pilpres, ketika semua pendaftaran, baru malam itu deklarasi antara Pak Prabowo dan Pak Hatta. Kita ada tanggal 26, jadi masih lama. Masih ada waktu yang cukup lama. Saya nggak ngoyo, yang terpenting kalau saya dijodohkan seseorang saya cenderung itu dijodohkan dari tangan Tuhan,” tuturnya. (art)

loading...
Click to comment
To Top