Jalur Selatan Jawa Tengah Aman! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Jalur Selatan Jawa Tengah Aman!

CILACAP, RAJA – Arus mudik di jalur selatan Jawa Tengah, khususnya ruas perbatasan dengan Jawa Barat hingga Karangpucung, Kabupaten Cilacap, masih lancar, kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Polisi Muhamad Taat Resdianto.

“Sampai hari ketiga Operasi Ketupat Candi, sudah ada peningkatan arus kendaraan, namun belum signifikan,” katanya di Cilacap, Minggu.

Dalam hal ini, kata dia, sepeda motor maupun mobil pribadi berpelat nomor sejumlah kota di Jabar, Jabodetabek, dan Sumatera mulai terlihat memasuki jalur selatan Jateng dari arah Kota Banjar, Jabar.

Ia memprediksi peningkatan arus mudik di jalur selatan Jateng khususnya di ruas perbatasan Jabar-Jateng hingga Karangpucung akan berlangsung mulai hari Selasa (14/7) atau H-3 Lebaran dengan puncaknya pada hari Kamis (16/7) atau H-1 Lebaran.

Mengenai dibukanya Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) kemungkinan berdampak pada arus mudik jalur selatan Jateng yang relatif lancar, dia mengatakan pihaknya belum bisa memastikannya. “Nanti kita coba evaluasi dengan tahun sebelumnya, apakah ada perubahan atau tidak ada perubahan. Mungkin sedikit-banyak tentu berdampak terutama yang menggunakan kendaraan roda empat,” katanya.

Lebih lanjut, Taat mengimbau pemudik yang melintas di jalur selatan Jateng untuk untuk mewaspadai kondisi jalan yang naik-turun dan berkelok-kelok sejak dari perbatasan Jateng-Jabar.

Selain itu, kata dia, ruas jalan yang sebelumnya berlubang telah ditambal namun titik-titik penambalan itu akan sangat dirasakan oleh pengendara sepeda motor. “Oleh karena itu, kami mengimbau pengendara sepeda motor termasuk pemudik bersepeda motor untuk mematuhi batas kecepatan berkendara,” katanya.

Ia mengatakan bahwa ruas jalan nasional antara Dayeuhluhur atau batas Jateng-Jabar dan Karangpucung cukup rawan kecelakaan meskipun tidak disebut sebagai “black spot” (daerah rawan kecelakaan. red.).

Menurut dia, untuk menetapkan suatu ruas jalan sebagai “black spot” itu terdapat hitungannya tersendiri sehingga ruas Dayeuhluhur-Karangpucung hanya rawan kecelakaan. “Pada ruas Dayeuhluhur-Karangpucung juga ada tiga pasar yang berpotensi menyebabkan kemacetan, yakni di Wanareja, Majenang, dan Pasar Genteng atau Cimanggu,” katanya.

Khusus untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar Pasar Majenang, kata dia, pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan melambungkan arus kendaraan dari arah barat malalui jalan lingkar utara sedangkan dari arah timur melalui jalan lingkar selatan.

Dengan demikian, lanjut dia, arus kendaraan yang datang dari arah barat maupun timur tidak melalui tengah kota Majenang. Sementara untuk mengantisipasi kemacetan akibat Pasar Wanareja dan Pasar Genteng, dia mengatakan bahwa pihaknya telah memasang pagar pembatas di sisi kiri dan kanan jalan. “Kami telah tempatkan personel untuk membantu menyeberangkan masyarakat pengguna pasar itu. Kami seberangkan dalam kelompok tertentu sehingga tidak setiap orang menyeberang,” katanya.

Taat mengatakan bahwa hingga H-5 Lebaran, kondisi arus kendaraan yang melintas di tiga pasar itu masih kondisif dan tidak ada ketersendatan sehingga bisa berjalan dengan lancar. (In)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top