Mencerdaskan Anak Pemulung dan Jalanan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Mencerdaskan Anak Pemulung dan Jalanan

FAJARONLINE, MAKASSAR –Sekolah yang satu ini tampil beda. Murid yang datang belajar di ruang kelas, adalah anak-anak pemulung dan anak jalanan. Di awal sekolah  ini dirintis 2004, para siswa ada yang membawa keranjang tempat penampungan sampah dengan pakainan compang camping. Demikian ditegaskan Ketua Yayasan Pendidikan An-Nur Makassar, Drs.Muh Ilyas di temui di sekolahnya, Sabtu 11 Juli 2014  Jl. Rappokalling Utara Samping Tol Reformasi Makassar.

Dijelaskan, saat sekolah mulai beroperasi para guru ada yang  tidak tahan mengajar, karena siswa ada tidak mandi, tidak sikat gigi, pakaian tidak pernah terganti, rambut awut-awutan. Kesabaran dan ketekunan para guru, sehingga dalam kondisi kekinian anak-anak itu sudah bersih  badan  dan pakainnya, ungkap pria kelahiran Makassar 24 Maret 1967 ini.

Jenjang sekolah yang dikelolah yakni, tingkat Taman Kanak-Kanak, SD serta Madrasah Tsanawiyah. Data terakhir murid TK 60 orang, SD 75 orang serta tsanawiyah 20 orang. Jenjang SD sudah beberapa kali melakukan penammatan, sedang jenjang tsanawiyah baru tahun ketiga, ungkap Ilyas.

Anak-anak pemulung dan anak jalanan ini ikut pendidikan semua serba gratis. Respon orang tua mereka dengan kehadiran sekolah komunitas pemulung dan anak jalanan cukup positif. Orang tua mulai sadar akan pentingnya pendidikan sehingga generasi mereka tidak lagi mewarisi pekerjaan selaku pemulung, tandas Wakil Sekretaris Wilayah Persatuan Umat Islam (PUI) Sulsel ini.

Beberapa waktu lalu sekolah pernah mendapa bantuan tenaga guru asal Jepang. Mereka itu mengajari bahasan Jepang dan keterampilan kerajinan tangan. Interaksi siswa dengan orang asing tersebut, semakin memberi kepercayaan diri dan semangat tinggi untuk  belajar dan menjadi orang pintar, katanya.

Selama bulan puasa, murid dn siswa seringkali diundang buka puasa pada instansi pemerintah dan swasta. Anak-anak miskin yang termarginalkan tersebut, rupanya memiliki kemampuan yang juga cukup menggembirakan dari cara belajar dan menerima materi dari para guru, ungkap Ilyas. (rilis/yhya/wik)

loading...
Click to comment
To Top