TNI-Polri Sepakat Selidiki Bersama – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

TNI-Polri Sepakat Selidiki Bersama

FAJARONLINE, MAKASSAR — Dua prajurit TNI menjadi korban penyerangan di Lapangan Syech Yusuf, Gowa, Minggu dini hari, 12 Juli. Pratu Aspin Mallombasang tewas, sementara Pratu Rahman Faturrahman, kritis.

Kasus ini mendapat reaksi dari petinggi TNI dan Polri. Pangdam VII/ Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Setiadji dan Komandan Brigif Kostrad 433, Kolonel Inf Primadi Syaiful Sulung, langsung melakukan pertemuan di Markas Brigif 3 Kostrad Kariango. Pertemuan ini dilakukan, kemarin. Ketiganya sepakat melakukan penyelidikan bersama untuk mengungkap pelaku penyerangan.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Setiadji berjani mengerahkan tim khusus mengungkap kasus ini. Hal ini ditegaskan Anton usai pertemuan. “Kita sudah berkoordinasi. Baik Pangdam maupun Dan Brigif Kostrad. Kita sepakat melakukan penyelidikan secara bersama-sama,” jelas Anton, malam tadi. Dia pun meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang beredar. Sejauh ini, baik TNI maupun Polri masih berupaya mengungkap kasus tersebut secara bersama-sama.

Informasi yang dihimpun FAJAR, kedua anggota TNI ini diserang dengan menggunakan senjata tajam. Aspin mendapat dua luka pada bagian dada kiri, sementara Rahman menderita tiga luka tikaman pada bagian punggung. Insiden ini terjadi sekira pukul 02.00 Wita. Di saat yang bersamaan, kedua korban tengah berkumpul bersama delapan orang rekannya yang merupakan warga setempat.

Kelompok penyerang datang dari arah selatan lapangan Syech Yusuf. Mereka menggunakan motor berboncengan. Pelaku memiliki postur tubuh cukup besar. Mereka juga menggunakan helm dan beberapa di antaranya pakai penutup wajah. “Kira-kira jumlah ada sekitar 15-an orang,” ucap rekan korban sekaligus saksi mata, Wa’is.

*Periksa CCTV

Tim penyidik gabungan TNI/Polri terus mengumpulkan bukti-bukti di balik tewasnya Pratu Aspin. Selain melakukan olah TKP, tim juga membedah rekaman Closed-circuit television (CCTV) yang ada di kantor bupati Gowa. Informasi yang dihimpun, ada tiga CCTV yang menyorot ke lapangan Syech Yusuf yang berhadapan langsung kantor bupati Gowa.

Rekaman CCTV ini diharapkan menjadi petunjuk atas kasus ini. Apalagi disebutkan pelaku datang menggunakan beberapa motor masuk ke lapangan Syech Yusuf. Ada juga yang sempat kejar-kejaran di Jl Masjid Raya di depan lapangan. “Rekaman CCTV-nya masih kita selidiki. Semoga rekaman CCTV bisa membantu,” kata seorang perwira Polres Gowa.

Dia mengatakan, dari kronologi kejadian, pelaku diperkirakan memang mengincar anggota. Beberapa saksi menyebutkan jika pelaku sempat bertanya “apakah kamu tentara atau polisi?”. Korban juga menjawab tentara. Lalu diserang. “Sepertinya, bukan Aspin yang diincar. Apalagi Aspin itu baru ada di Gowa,” jelas dia.

Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo membenarkan jika telah memberikan izin membuka rekaman CCTV kantor bupati Gowa. Dia berharap rekaman itu bisa menjadi alat bukti agar kasus ini segera terungkap. Dia juga meminta kepada penyidik segera mengungkap kasus itu dan dibeberkan ke publik siapa pelakunya. (zaq-eka-zuk/ars)

 

 

loading...
Click to comment
To Top