Penyidikan Rampung, Mantan Sopir Rukma Segera Diadili – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Penyidikan Rampung, Mantan Sopir Rukma Segera Diadili

SEMARANG, RAJA – Penyidik Polres Kebumen akhirnya merampungkan penyidikan kasus bantuan sosial dengan tersangka Desi Akhiriyanto (42). Berkas perkara mantan sopir Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi itu dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kebumen pada Jumat pekan lalu.

Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto mengatakan, pelimpahan ke kejaksaan dilakukan setelah perkara Desi alias Bagong telah P-21. “Sejak ditangkap April lalu tersangka ditahan di Polres Kebumen, kemarin Jumat kami limpahkan ke kejaksaan untuk segera dilaksanakan penuntutan di pengadilan,” katanya, dihubungi dari Semarang, Senin (13/7).

Bagong ditangkap petugas Polres Kebumen pda Senin 20 April 2015 lalu setelah menjadi buron selama beberapa bulan. Ia ditangkap di depan agen bus Sumber Alam Purworejo sekitar pukul 05.00 saat akan berangkat ke Semarang.

Warga Kampung Plaosan RT 1 RW 16 Kelurahan Purworejo itu dicari-cari karena memegang kunci aliran dana hasil pemotongan bansos bidang pendidikan dan keagamaan Pemprov Jateng 2008 ke sejumlah aktor intelektual.

Merujuk pada data Satreskrim, total bansos bidang pendidikan dan keagamaan Jateng tahun anggaran (TA) 2008 di Kebumen Rp1,220 miliar. Tetapi, yang disalurkan hanya Rp118 juta. Total dana yang diduga dipotong Rp1,102 miliar.

Ke-23 pos bantuan tersebut terbagi menjadi tujuh bidang pendidikan dan 16 bidang keagamaan. Bidang pendidikan yakni untuk madrasah aliyah, TPQ, dan SD Islam Rp480 juta, tetapi yang sampai ke penerima hanya Rp35 juta. Jumlah yang dipotong Rp445 juta.

Masing-masing lembaga semestinya menerima Rp60-70 juta, namun realisasinya hanya mendapat Rp5 juta.? Kemudian, bidang keagamaan 16 titik meliputi mushala dan masjid dengan jumlah bantuan semestinya Rp740 juta. Tetapi yang sampai penerima hanya Rp83 juta atau dipotong Rp657 juta.

Kasus ini diduga melibatkan Rukma Setyabudi yang saat itu menjabat Ketua Komisi D DPRD Jateng. Keterlibatan Rukma diungkap para saksi yang dihadirkan dalam sidang kasus ini di Pengadilan Tipikor Semarang, di antaranya saksi mantan wakil ketua PAC PDIP Purbalingga.

Untung Suparyono dan mantan anggota DPRD Kebumen dari PDIP Riyanto. Mereka bersaksi untuk terdakwa Rahmat, mantan kepala Desa ?Kedungjati, Sempor, Kebumen. Untung dan Riyanto juga berstatus tersangka dalam kasus ini.

Untung dan Riyanto mengaku mendapat informasi bansos dari Bagong. Proposal bansos dikoordinir oleh Bagong dan dia pula yang menerima uang hasil potongan bansos dari kepala desa senilai Rp635 juta. Bagong mengatakan, uang digunakan untuk kampanye pemenangan pasangan cagub-cawagub Bibit Waluyo-Rustriningsih pada Pemilihan Gubernur ?2008.

Riyanto mengatakan, dana bansos turun melalui aspirasi Fraksi PDIP Jateng atas nama atas nama Rukma Setyabudi dan Murdoko (saat itu Ketua DPRD Jateng). Semua uang ia serahkan kepada Rukma melalui Bagong.

Nama Rukma juga disebut dalam dakwaan jaksa

penuntut umum Kejari Kebumen. Dalam dakwaan itu, peran Rukma sama seperti yang diungkap para saksi. Namun karena Bagong menghilang, aliran dana ke Rukma belum bisa dibuktikan.

Aktifis Komisi Penyelidikan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng Ronny Maryanto menyatakan, mengaku heran mengapa jarak antara penangkapan dan pelimpahan tersangka sangat lama. Seharusnya, penyidikan cukup satu bulan saja. “Mengingat kesaksian dan bukti di pengadilan sudah sangat jelas. Jadi harusnya cepat,” katanya.

Di sisi lain, Ronny memperkirakan bisa jadi penyidik sekaligus mengurai kasus ini untuk mengarah pada keterlibatan tersangka lain. “Misalnya, apakah aliran dana mengarah ke Ketua DPRD (Rukma Setyabudi) atau orang lain. Kalau tidak ya mubazir, kasus ini tidak bisa hanya berhenti di Bagong,” tegasnya. (ibr)

loading...
Click to comment
To Top