Petani Bulukumba : Pemerintah Jangan Hanya Sibuk Berpilkada – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Petani Bulukumba : Pemerintah Jangan Hanya Sibuk Berpilkada

FAJARONLINE,BULUKUMBA — Kemarau yang saat ini membuat petani sawah di Kabupaten Bulukumba  jadi resah. Pasalnya, tanaman padi mereka di sawah terancam puso atau gagal panen, karena sawah sudah kekurangan air. Dari informasi yang didapatkan dari dinas pertanian, ada lima desa di kecamatan Ujung Loe yang rusak parah akibat kekeringan. Disatu sisi pemerintah setempat seakan tidak perduli dengan hal itu. Petani menganggap pemerintah hanya konsentrasi pada pilkada yang akan digelar desember mendatang.

Lima desa tersebut yakni desa Banuang, Salemba, garanta, balong desa manjelling. Tercatat dari empat desa tersebut ada sekitar 700 hektare sawah yang padinya siap panen.

Bahri, petani asal Banuang menuturkan, sawah milik mereka yang dikerjakan selama ini hanya mengandalkan air dari irigasi. Namun karena hampir dua bulan terakhir hujan tidak turun, air dari kali tersebut sudah mengecil dan tidak bisa dimanfaatkan lagi mengairi sawah.

Kata mereka, kekeringan itu terjadi hampir menyeluruh di areal persawahan di Ujung Loe. Memang, ada sebagian warga yang lahan sawahnya masih bisa mendapat pasokan air, namun itu hanya bagi petani yang lahan sawahnya berlokasi dekat pintu atau mulut saluran irigasi. Bahkan, ada juga petani yang menyewa mesin sedot air dengan memanfaatkan air dari empang didekat persawahan mereka.

“Jangan hanya urus pilkada. Umur padi ada yang sudah dua bulan dan bahkan ada yang hampir berbuah, dan ada juga yang siap panen. Namun, karena air sawah sudah tidak ada lagi, kami khawatir gagal panen. Kami tidak tau mau buat apa melihat tanaman padi sudah mulai mengering,” keluhnya kepada FAJAR, Selasa 14 juli.

Senada disampaikan, Nurdin warga desa Salemba. Menurut dia, Karena hujan tidak turun hampir memasuki dua bulan, padi pun  tidak lagi mendapatkan pasokan air. Padahal, padi diareal yang persawahan itu  sangat tergantung dengan air hujan. Akibatnya, tanaman padi yang masuk usia berbuah jadi kering dan terancam gagal panen.

“Bagaimana tidak sedih, sawah yang menjadi tumpuan hidup kami akan gagal panen jika hujan tidak kunjung turun. Banyak anggaran yang sudah kami pakai untuk kelola sawah, mulai dari proses bajak, menanam, membersihakn rumput serta perawatan lain seperti obat dan pupuk. Tapi hasil terakhirnya seperti ini,” ucapnya saat menyambangi gedung DPRD Bulukumba bersama perwakilan petani, kemarin. (taq)

loading...
Click to comment
Makassar

Petani Bulukumba : Pemerintah Jangan Hanya Sibuk Berpilkada

FAJARONLINE,BULUKUMBA — Kemarau yang saat ini membuat petani sawah di Kabupaten Bulukumba  jadi resah. Pasalnya, tanaman padi mereka di sawah terancam puso atau gagal panen, karena sawah sudah kekurangan air. Dari informasi yang didapatkan dari dinas pertanian, ada lima desa di kecamatan Ujung Loe yang rusak parah akibat kekeringan. Disatu sisi pemerintah setempat seakan tidak perduli dengan hal itu. Petani menganggap pemerintah hanya konsentrasi pada pilkada yang akan digelar desember mendatang.

Lima desa tersebut yakni desa Banuang, Salemba, garanta, balong desa manjelling. Tercatat dari empat desa tersebut ada sekitar 700 hektare sawah yang padinya siap panen.

Bahri, petani asal Banuang menuturkan, sawah milik mereka yang dikerjakan selama ini hanya mengandalkan air dari irigasi. Namun karena hampir dua bulan terakhir hujan tidak turun, air dari kali tersebut sudah mengecil dan tidak bisa dimanfaatkan lagi mengairi sawah.

Kata mereka, kekeringan itu terjadi hampir menyeluruh di areal persawahan di Ujung Loe. Memang, ada sebagian warga yang lahan sawahnya masih bisa mendapat pasokan air, namun itu hanya bagi petani yang lahan sawahnya berlokasi dekat pintu atau mulut saluran irigasi. Bahkan, ada juga petani yang menyewa mesin sedot air dengan memanfaatkan air dari empang didekat persawahan mereka.

“Jangan hanya urus pilkada. Umur padi ada yang sudah dua bulan dan bahkan ada yang hampir berbuah, dan ada juga yang siap panen. Namun, karena air sawah sudah tidak ada lagi, kami khawatir gagal panen. Kami tidak tau mau buat apa melihat tanaman padi sudah mulai mengering,” keluhnya kepada FAJAR, Selasa 14 juli.

Senada disampaikan, Nurdin warga desa Salemba. Menurut dia, Karena hujan tidak turun hampir memasuki dua bulan, padi pun  tidak lagi mendapatkan pasokan air. Padahal, padi diareal yang persawahan itu  sangat tergantung dengan air hujan. Akibatnya, tanaman padi yang masuk usia berbuah jadi kering dan terancam gagal panen.

“Bagaimana tidak sedih, sawah yang menjadi tumpuan hidup kami akan gagal panen jika hujan tidak kunjung turun. Banyak anggaran yang sudah kami pakai untuk kelola sawah, mulai dari proses bajak, menanam, membersihakn rumput serta perawatan lain seperti obat dan pupuk. Tapi hasil terakhirnya seperti ini,” ucapnya saat menyambangi gedung DPRD Bulukumba bersama perwakilan petani, kemarin. (taq)

loading...
Click to comment
To Top