Polisi Batang dan Temanggung Bongkar Uang Palsu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Polisi Batang dan Temanggung Bongkar Uang Palsu

kBATANG – Polres Batang dan Polres Temanggung, Jawa Tengah, berhasil membongkar peredaran uang palsu (upal) menjelang Lebaran. Di Batang, Jawa Tengah, polisi menangkap dua orang, sedang di Temanggung polisi mengamankan pasangan suami-istri.

Polres Batang mengamankan tersangka Sa bin Ra (5) warga Desa Pecalungan, Batang. Hal ini diungkapkan saat gelar kasus yang digelar di Mapolres Batang.
Gelar kasus dipimpin langsung Kapolres Batang AKBP H Joko Seiono SIK SH, MHum, didampingi Kasatreskrim dan Kabag Humas Ipda Henry Toriyanto.
Dalam kasus ini, polisi berhasil menyita uang palsu pecahan 100 ribuan sebanyak 43 lembar dan 1 lembar uang palsu yang sobek dari tersangka. Dalam menjalankan aksinya, tersangka membeli rokok.
Saat tersangka berniat membeli sebungkus rokok di warung di Desa Cokro, Kecamatan Blado, Batang, penjual merasa curiga dengan keaslian uang yang dibayarkan tersangka.
Penjual segera melapor ke aparat desa yang selanjutnya menangkap tersangka dan menyerahkannya ke Polsek Blado.
Polsek Blado segera mengontak Polres Batang untuk pengembangan lebih lanjut. Polres Batang yang mendapat laporan segera mengorek keterangan Sa, tidak lama berselang berhasil membekuk tersangka lain bernama Wl alias Sl (57) asal Desa Kaloran, Temanggung, di Losmen Mutiara Pekalongan. Menurut Sa, Wl adalah teman waktu bekerja di Jakarta.
Sa membeli uang palsu 5 juta rupiah seharga 2 juta dari tersangka Wl. Petugas memancing tersangka Wl dengan berpura-pura hendak menukar uang asli sebanyak 5 juta untuk mendapatkan uang palsu 12,5 juta uang palsu.
Wl tidak curiga sepakat bertransaksi di Losmen Mutiara Pekalongan. Polisi pun dengan mudah membekuk Wl dengan barang bukti 125 lembar uang palsu pecahan 100 ribu yang disimpan dalam tas coklat. Tersangka akan dijerat dengan pasal 245 KUHP Jo Pasal 26 ayat (3) Jo Pasal 36 ayat (3) UURI No. 7 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Kapolres menjelaskan, peredaran uang palsu menjelang Hari Raya Idul Fitri memang marak. “Kasus ini kami kembangkan terus karena dari tersangka diperoleh keterangan uang palsu tersebut berasal dari seseorang berinial HR yang berasal dari Bawang, Batang, dan saat ini berada di Tangerang. Masyarakat harus waspada dan lebih teliti. Pembuat uang palsu sekarang tambah canggih dan sekilas sulit untuk membedakan,” kata Kapolres.
Sebelumnya, Polres Temanggung, Jawa Tengah, juga mengungkap peredaran uang palsu dengan mengamankan pasangan suami-istri.
Seperti diberitakan Rakyat Jateng, berdalih untuk membelikan baju buat cucunya, sepasang kakek-nenek di Temanggung nekad mengedarkan uang palsu (upal) di pasar tradisional. Bahkan saat rumahnya digeledah, polisi menemukan ratusan lembar upal dengan total nilai mencapai puluhan juta rupiah.
Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto melalui Kasat Reskim AKP Suharto menjelaskan penangkapan Da (59) dan Wu (62), warga RT 01 RW 06, Dusun Bandung, Desa Bandunggede, Kecamatan Parakan berdasarkan laporan Ngarilah (70) pedagang daging Pasar Candiroto, yang menerima uang palsu pecahan 50 ribuan dari Wu.
“Begitu menerima uang palsu korban langsung lapor ke polsek, terus kita lakukan pengejaran. Tersangka saat hendak ditangkap sempat ingin kabur, namun akhirnya tertangkap di Kecamatan Bejen,” terangnya di Mapolres Temanggung, Minggu (12/7).
Pihaknya terus melakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Hasilnya, ditemukan ratusan kertas upal dari pecahan 20 ribu, 50 ribu hingga 100 ribu. Jika ditotal, nilainya mencapai Rp26.620.000.
“Kemungkinan upal tersebut akan diedarkan di Temanggung, memanfaatkan ramai pasar jelang lebaran, bila dilihat sekilas uang palsu bentuknya sangat mirip dengan uang asli, baik ukuran, warna yang persis maupun keberadaan gambar air pada cetakan uang. Hanya saja, jika dicermati, terdapat perbedaan yakni tidak ada tulisan Bank Indonesia, hologram yang tidak berubah warna,” jelasnya. (feb-din)

loading...
Click to comment
To Top