Angkat Dirut BUMN, Rini Dikritik Habis – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Angkat Dirut BUMN, Rini Dikritik Habis

JAKARTA – Indonesian Audit Watch (IAW) mengkritisi pengangkatan tiga Direktur Utama (Dirut) BUMN oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dalam kurun kurang dari satu tahun.

Mereka ialah Dwi Soetjipto yang ditunjuk sebagai Dirut PT Pertamina Persero, Sofyan Basir (PT PLN Persero) serta Djarot Kusumayakti (Bulog). “Rini menempatkan Dwi di posisi BUMN yang sangat strategis dalam bisnis BBM,” kata pendiri IAW Junisab di Jakarta, Selasa (14/7).

Dwi juga diduga terlibat masalah dalam proyek PT Semen Tonasa ketika masih menjabat sebagai Dirut PT Semen Gresik. “Saat PT ST membangun pabrik V dan PT SG juga membangun pabrik Tuban V, tiba-tiba Dwi perintahkan semua pengadaan barang untuk pabrik V ST dipusatkan di PT SG,” ungkap Junisab.

Pemusatan tersebut, sambung Junisab, terasa janggal karena PT ST sebenarnya sanggup melakukan sendiri tender proyek itu. Tetapi, karena kemauan Dwi, proses pengadaan barang untuk Main Equipment dilakukan terpusat di PT SG.

“Pemenang tender pengadaan barang proyek yang dianggarkan dalam bentuk mata uang Euro itu menghasilkan pemenang sebagai berikut: paket 1 senilai Rp 13.277.205 pemenangnya Thyssenkrupp,” ujar Junisab.

“Lalu, pada paket 2A senilai Rp 56.230.730 pemenangnya adalah FLSmidth. Di paket 2B senilai Rp 2.256.600 pemenangnya adalah Loesche. Dan terakhir di paket 3 senilai Rp 22.532.891 pemenangnya adalah Claudius Peter,” ungkap Junisab.

Sementara itu, Kusumayakti yang semula menjabat sebagai Direksi BRI juga dianggap terlibat kasus.

“Djarot Kusumayakti diduga terkait kredit fiktif ratusan miliar saat dia menjadi pimpinan Bank BRI di Sumatera Selatan dan mendadak ditarik Sofyan ke Jakarta menjadi tim fit and proper test pemilihan jajaran Direksi Bank BRI,” ungkap Junisab.(fas/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top