Disini, Siswa Boleh Pakai HP Tapi Belinya Langsung dari Sekolah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Disini, Siswa Boleh Pakai HP Tapi Belinya Langsung dari Sekolah

SALATIGA – Ada-ada saja kebijakan di SMK Negeri 3 Salatiga, Jawa Tengah ini. SMK di kota yang dikenal sejuk itu menyeragamkan semua telepon genggam (HP) bagi 494 siswa barunya.

Kebijakan yang memicu kontrovers itu diklaim bakal bisa menanggulangi penyalahgunaan HP siswa yang makin canggih, termasuk di dalamnya mengantisipasi pornografi. Karenanya, salah syarat dalam daftar ulang bagi siswa baru adalah mengganti biaya pembelian HP merk Venera seharga Rp 115 ribu.

Alat ini hanya memiliki fitur sederhana yakni telepon dan pesan singkat. “Kami memang menyeragamkan dengan dasar tata tertib. Banyak orang tua siswa yang berada di luar kota bahkan luar pulau, sehingga tidak bisa mengontrol keseharian aktivitas putra-putrinya,” jelas Diah Setyorini, ketua panitia penerimaan peserta didik baru SMK 3 Salatiga seperti dikutip Radar Semarang.

Ia menuturkan, penyeragaman telepon genggam itu adalah salah satu upaya menekan penyalahgunaan HP. Sebab, banyak ditemukan video porno saat melakukan razia HP siswa. “Kami sering menyita HP siswa dan mengembalikan kepada orang tuanya karena banyak video porno.

Kami berharap ini tidak lagi terjadi,” jelas Diah. Nantinya, semua siswa tidak boleh menggunakan HP di luar yang diberikan pihak sekolah. HP yang dibelikan orang tua tidak boleh dibawa ke sekolah. Jika HP dari pihak sekolah rusak, lanjut Diah, siswa bisa membeli lagi di sekolah karena harganya di bawah harga pasaran.

“Kami memiliki MoU dengan penjual HP dan memastikan harganya di bawah harga di toko-toko,” jelas perempuan berkerudung ini. Sementara Kepala SMK 3, Hadi Sutjipto mengakui bahwa kebijakan itu memang kontroversial tetapi tidak melanggar regulasi.

“Alat itu dibeli untuk memberikan informasi kepada siswa. Jika lewat website, tidak semua bisa mendapatkan informasi secara cepat,” jelas Hadi di ruang kerjanya.

Ia meyakini jika program itu berhasil maka semua sekolah akan ikut dan menirunya. Lebih lanjut ia memastikan tidak ada keuntungan finansial yang diterima oleh sekolah. Keuntungan yang didapat adalah fasilitas dan kemudahan sekolah menyebarkan kebijakan yang terkait kegiatan belajar mengajar.(radarsemarang/ara/jpnn)

Click to comment
To Top