Kasus di Papua Bisa Mengancam Kerukunan Umat, Jadi Segera Tangkap Pelaku – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kasus di Papua Bisa Mengancam Kerukunan Umat, Jadi Segera Tangkap Pelaku

JAKARTA- Insiden pembakaran Mushalla saat pelaksanaan salat Ied di Kabupaten Tolikara, Papua, baru-baru ini telah menciderai umat Muslim. Insiden itu juga merupakan ancaman bagi kerukunan umat beragama di Indonesia.

“Pembakaran Mushalla yang dilakukan sekelompok orang tidak dikenal tersebut telah mencederai perasaan umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Terlebih, pembakaran Mushalla tersebut terjadi di tengah-tengah umat muslim sedang merayakan hari raya Idul Fitri,” kata Ketua Umum DPP Laskar Aswaja, Adhi Permana dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Sabtu (18/7).

Menurutnya, Indonesia sebagai negara hukum memberikan kebebasan dan melindungi segenap rakyatnya untuk menganut dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing sebagaimana termuat dalam UUD 1945.

“Kami menilai tindakan pembakaran mushalla di Papua tersebut merupakan tindakan melanggar hukum dan mengancam kehidupan kerukunan ummat beragama,” tegasnya.

Karenanya, pihaknya mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak cepat, tegas, dan cerdas mengusut tuntas kejadian yang telah meresahkan kerukunan umat beragama di tanah air.

“Apabila aparat penegak hukum bertindak lambat atau bahkan terkesan ada pembiaran atas terjadinya peristiwa pembakaran tersebut akan menimbulkan kebencian dan kecurigaan yang berujung pada konflik horisontal antar ummat beragama,” jelasnya.

Laskar Ahlussunah Waljamaah sebagai organisasi keagamaan yang bercita-cita mengawal ahlussunah wal jamaah dan menjaga Indonesia dengan mempertahankan kerukunan umat beragama menilai kejadian tersebut telah nyata melanggar konstitusi.

“Dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin Laskar Aswaja menghimbau kepada seluruh ummat muslim di Indonesia khususnya untuk bersabar dan menahan diri untuk tidak terprovokatif melakukan aksi balas dendam yang hanya memperkeruh suasana,” tandas Adhi. [sam]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top