JK Pasang Badan di Tolikara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

JK Pasang Badan di Tolikara

FAJARONLINE, MAKASSAR – Upaya Wakil Presiden Jusuf Kalla  menyelesaikan masalah pembakaran masjid dan rumah di Tolikara, Papua tak selalu dinilai positif oleh banyak pihak. Ada yang menyebutkan Jusuf Kalla sengaja memanfaatkan kasus itu sebagai pencitraan. Sebagian lagi menyebutkan Jusuf Kalla terlalu gegabah dengan mengatakan penyebab masalah itu karena sistem tata suara masjid yang terlalu keras sehingga mengakibatkan pihak beda agama merasa terganggu. “Apapun komentar orang, Pak JK tak peduli. Mengatasi masalah jauh lebih penting dari sekadar melayani segala kritikan dan prasangka,” ujar Juru Bicara Wapres, Husain Abdullah melalui siaran persnya, Minggu 19 Juli.

Berikut ini petikan utuh pernyataan Husain Abdullah yang diberi judul JK Selalu Hadir. “Yang pasti beberapa saat setelah peristiwa Tolikara, Pak JK langsung bekerja menyelesaikan masalah. Ketika sebagian orang nyinyir-mengumpat, Pak JK sudah melangkah jauh dari pada sibuk berpolemik dan berwacana.

Semua komponen telah dikonsolidasikannya meski tidak mudah karena bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri. Tapi seorang pemimpin memang tidak boleh mengenal lelah dan kenal waktu siang maupun malam. Harus  punya kepemimpinan yang kuat untuk memberi kenyamanan dan rasa aman kepada segenap rakyat. Akan situasi seperti di Tolikara, Pak JK memiliki pengalaman panjang yang terpelihara, baik menyelesaikan pertikaian dalam  maupun luar negeri. Karena itu dalam  menanggapi setiap kasus, kata demi katanya terukur dan mengandung manfaat. Dia tidak menyampaikan sesuatu tanpa alasan, logika, informasi yang akurat dan tujuan yang maslahat bagi bangsa. Juga dalam tindakan dan perkataannya, dia selalu berusaha netral dan berimbang menghadapi setiap konflik dengan latar belakang apapun, mengingat posisinya yang menempatkan diri sebagai juru damai.

Pak JK mengajarkan hanya seorang netral dan tidak memihaklah yang bisa diterima semua pihak dan hanya yang bisa diterima semua pihaklah yang mampu berdiri tegak sebagai Juru Damai. Sebagai seorang juru damai, JK selalu sadar bahwa apa yang Ia kerjakan pada tahapannya akan ada yang menuai kritik ada yang langsung diterima. Namun apapun pilihannya Pak JK tidak pernah balik badan.  Ia memilih pasang badan dengan segala resikonya.

Pekerja keras seperti Pak  JK  tidak banyak dimiliki bangsa bangsa lain. Berilah kesempatan, sembari memberinya dukungan moril untuk kedamaian bangsa kita. Selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin. (rilis)

loading...
Click to comment
To Top