Ajiep Padindang Kunker Sasar Perbatasan Terpencil – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ajiep Padindang Kunker Sasar Perbatasan Terpencil

MAKASSAR, FAJARONLINE–Anggota DPD RI Ajiep Padindang menyempatkan diri mengunjungi perbatasan daerah terpencil tiga kabupaten Bone, Barru dan Pangkep yang dikenal “segi tiga berkuda”. Disebut demikian kaarena dulunya hanya bisa ditempuh wilayah itu dengan berkuda.

Sampai sekarang untuk dusun-dusun di Kec Tondong Tallasa, Pangkep, Kecamatan Pujananting Barru dan Kecamatan Tellu Limpoe, Bone sudah bisa ditembus dengan kendaraan beroda dua (motor). Itu tak lepas dari Pogram Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) beberapa tahun terakhir.

Kunjungan kerja Ajiep Padindang kewilayah perbatasan tiga kabupaten Bugis yang serumpun darah itu, karena diperoleh informasi masih adanya masalah tapal batas wilayah antar kabupaten. “Belum selesai soal batas kabupaten Barru dan Bone, walau sudah sering dibahas di provinsi,” kata Hacing, mantan Kades Bulo2 yang saat ini anggota DPRD Barru ketika ditemui di rumahnya di Bulobulo, Pujananting.

Kunjungan Ajiep Padindang, Senin 20 Juli lalu ke Perbatasan tiga kabupaten itu juga memantau penguasaan lahan yang sebagian masuk kawasan hutan, namun sudah dihuni pendudul sejak ada manusia di Bumi, istilah To Bentong yg juga dikenal orang to Balo karena badannya belang-belang, salah satu kelompok komunitas adat terpencil di Pujananting
“Kalau pertemuan di Provinsi seakan selesai secara administrasi, tetapi faktanya di lapangan, belum bisa dipasang patok batas kabupaten karena penduduk masih mempersoalkan,” komentar para warga di Bulobulo itu. Batas antara Bone dan Barru yakni di Desa Tondong Bua, Tellulimpoe, Bone dan Bulobulo Kecamatan Pujanjanting Barru.
Wilayah Bone masuk menusuk membelah wilayah Barru dan Pangkep yang sebagian besar gunung, sementgara penduduknya hanya sekitar 10 KK saja. Namun karena perhitungan alur sungai dan bahu gunung, maka Bone mengklaim sebagian wilayah Barru, akibat Pangkep mengklaim sebagian wilayah Bone.

“Ketika saya masih Ketua Komisi A DPRD Sulsel, persoalan batas kabupaten memang selalu jadi perhatian, saya kira sudah selesai masalahnya, ternyata fakta lapangan memang belum,” ujar Ajiep. Karena itu, akan dikomunikasikan dengan Biro Pemerintahan Umum Setda Prov Sulsel untuk secara serius menangani masalah ini. “Saya akan mengkomunikasikan secara serius masalah ini,” tandas Ajiep. (rilis/aci)

Click to comment
To Top