Jalur Tasikmalaya Mulai Dipadati Kendaraan Pemudik, Arus Balik Padat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Jalur Tasikmalaya Mulai Dipadati Kendaraan Pemudik, Arus Balik Padat

TASIKMALAYA- Jalur selatan Tasikmalaya, tepatnya di kawasan Gentong bawah dan atas, masih dipenuhi kendaraan pemudik arus balik hingga Selasa (21/7) petang. Diperkirakan malam ini kemacetan akan terus terjadi, mengingat hari Rabu masa cuti bersama sudah usai.

Ya, kemacetan dan antrian kendaraan terus terjadi di kawasan Gentong. Berdasarkan pantauanKantor Berita Politik RMOL,kendaraan pemudik arus balik tidak mau ngantri dan berebut paling depan untuk mencapai puncak pegunungan Gentong atas.

Akibatnya, tepat di atas pegunungan terjadi penumpukan kendaraan pemudik arus balik karena beberapa di antaranya tidak bisa melaju kencang. Malah sebagian kendaraan pemudik arus balik mogok akibat ada masalah di bagian mesin.

Tajamnya tanjakan di kawasan ini memang memerlukan stamina lebih dan jika lengah sedikit saja bisa mengalami kecelakaan. Sementara itu untuk menghindari kemacetan panjang, jajaran Satlantas Polresta Tasikmalaya, melakukan satu jalur tepat di perempatan Panyusuhan Ciawi.

Diperkirakan kemacetan akan terus terjadi karena masih membludaknya para pemudik yang akan kembali ke Bandung dan Jakarta, melalui jalur selatan Tasikmalaya.

Bagi pemudik arus balik yang hendak melintasi jalur lingkar Gentong ada baiknya untuk berhati-hati saat melintasi jalan tersebut karena banyak tikungan dan kontur jalan yang naik dan turun.

Sementara itu akibat pengalihan jalur ke jalan alternatif menjadikan jalanan Kota Tasikmalaya dipenuhi kendaraan pemudik arus balik yang datang dari arah Jawa Tengah.

Ya, kepadatan kendaraan di jalur selatan mulai Rajapolah hingga Gentong terus terjadi. Polisi pun melakukan rekayasa arus dengan cara pengalihan pemudik arus balik yang datang dari Jawa Tengah menuju jalan jalan alternatif Mangkubumi- Singaparna, lalu menembus Garut Kota.

Akibat pengalihan jalur tersebut antrian kendaraan mengular mulai Jalan RE Martadinata hingga Jalan Ir H Juanda hingga Jl Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Jalan protokol pun dipadati kendaraan roda empat berplat nomor leter B dan D. Bus-bus angkutan umum yang menuju arah barat juga penuh dengan penumpang.

Hal yang sama terjadi di Singaparna hingga Taraju perbatasan Garut, kendaraan merayap cenderung tersendat. Selain volume kendaraan yang membludak, kondisi jalan yang sempit, menjadi penyebab kepadatan.

Meski polisi sudah menghimbau agar pebalik antri jika melintasi jalan sempit, tapi para pemudik arus balik tidak menghiraukannya dan berebut saling mendahului. [ian]

loading...
Click to comment
To Top