Korban Kecelakaan Mudik Menurun 13 Persen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Korban Kecelakaan Mudik Menurun 13 Persen

TEMANGGUNG, RAJA – Selama mudik lebaran ini, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri merilis bahwa jumlah pemudik yang meninggal dunia pada Lebaran tahun 2015 ini menurun signifikan dibandingkan tahun 2014. Dalam catatan Korlantas Polri yang dirilis pada Selasa (21/7), penurunannya mencapai 13 persen.

Pada periode H-7 hingga H+2 Idul Fitri tahun 2014, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan pada arus mudik sebanyak 503 orang. Pada periode yang sama perayaan Idul Fitri tahun 2015, jumlahnya menurun menjadi 440 korban.

“Jumlah korban meninggal dunia turun 63 orang atau 13 persen,” ujar Kepala Korlantas Polri Irjen Condro Kirono dalam siaran persnya.

Sementara angka kecelakaan pada periode mudik yang sama juga menurun. Tahun 2014, angka kecelakaan mencapai 2.276 kejadian.

“Tahun ini (2015) menurun menjadi 2.148 kejadian. Penurunan terhitung mencapai 6 persen,” jelas Condro.

Angka kecelakaan yang menurun itu masih didominasi kecelakaan kendaraan roda dua, yakni sebanyak 2.505 unit, disusul dengan kecelakaan melibatkan kendaraan roda empat yakni sebanyak 252 unit dan bus, yakni 164 unit.

Meski didominasi kendaraan roda dua, namun berdasarkan jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan, terjadi peningkatan tertinggi pada jenis roda empat berpenumpang.

“Kecelakaan yang melibatkan kendaraan jenis roda empat berpenumpang naik 74 persen,” ungkap Condro.

Condro mengaku penurunan angka korban meninggal dunia saat mudik tidak terlepas dari kinerja anak buahnya. Selain itu, penurunan ini juga dipengaruhi oleh kesadaran pemudik akan keselamatan berlalu lintas.

“Patut diapresiasi penurunan angka ini. Kita berharap penurunan angka kematian di arus mudik jadi tren baik di momen mudik mendatang,” kata Condro.

Sementara di Kabupaten Temanggung, jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama operasi ketupat candi 2015 masih cukup tinggi. Hingga H+4, tercatat ada 17 kejadian laka lantas di Kabupaten Temanggung selama arus mudik dengan korban meninggal dunia mencapai lima orang.

Kepala Satuan Lalu Lintas Satreskrim Polres Temanggung, AKP Finan Sukma pradipta yang dihubungi   Selasa (21/7) mengukapkan kecelakaan yang paling menonjol dalam arus mudik adalah kecelakaan Bus Santoso jurusan Merak-Wonosobi  yang terjadi pada hari Jumat (17/7) lalu.

“Bus mengalami kecelakaan saat melalui jembatan Sigandul, bus tak dapat dikendalikan dan oleng. Diduga akibat rem blong, korban meninggal saat itu ada 4 orang,” terangnya.

Ia menambahkan secara keseluruhan selama arus mudik ada 17 kejadian lakalantas yang mengakibatkan 5 orang meninggal, luka berat 12 orang serta luka ringan 37, dengan kerugian materi mencapai Rp149.900.000.

“Kecelakaan lebih didominasi karena faktor kelalaian pengemudi atau human error, banyak pengemudi yang tidak mengindahkan rambu rambu lalu lintas, hanya ingin cepat sampai tanpa memperhatikan keselamatan berlalu lintas,” katanya.

Kasatlantas mengimbau agar dalam arus balik yang masih berlangsung saat ini, para pengemudi bisa lebih save atau berhati-hati dalam memacu kendaraannya, terutama yang melewati jalur tengah yang melalui  Kabupaten Temanggung.

“Istirahat bila capai, manfaatkan rest area, selalu cek kelengkapan berkendara bila hendak berangkat, jangan terburu-buru, selalu menomorsatukan disiplin berlalu lintas,” imbaunya. (din-fmc)

To Top