Pedagang Mremo Minta Tambahan Waktu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Pedagang Mremo Minta Tambahan Waktu

SALATIGA, RAJA  – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kota  Salatiga meminta kepada para pedagang Mremo yang berjualan di daerah larangan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman pada Sabtu (26/7) untuk meninggalkan tempat yang sekarang ini untuk berjualan. Pasalnya batas waktu berjualan di kawasan tersebut berakhir pada H+7 Lebaran, yakni Jumat (25/7). Demikian diungkapkan Kepala Disperindagkop dan UMKM Salatiga Muthoin ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (21/7).

“Sejak H-7  hingga H+7 lebaran nanti kawasan larangan PKL  memang dibuka untuk berjualan. Setelah izinnya habis, para pedagang harus meninggalkan lokasi tersebut karena kawasan larangan PKL akan kembali difungsikan sesuai ketentuan. Kami juga akan menggelar operasi. Ini dilakukan untuk membersihkan ratusan pedagang mremo pasca musim lebaran. Kawasan larangan harus bersih dari PKL,” katanya.

Ditambahkan, pembukaan kawasan larangan PKL itu untuk memberi kesempatan kepada PKL mencari rezeki pada saat lebaran. Kebijakan ini khusus bagi para PKL yang dulu mangkal di tempat itu.

Sementara itu, para pedagang berharap Pemkot Salatiga memberikan perpanjangan waktu selama beberapa hari ke depan kepada pedagang  untuk berjualan di lokasi tersebut. Alasannya, kondisi pasar masih ramai pembeli.

“Harapan kami masih diberikan perpanjangan waktu berjualan disini. Karena, sekarang ini masih  ramai,” ujar Sariyanti (42), salah seorang pedagang yang mengaku berasal dari Noborejo Salatiga kepada Rakyat Jateng, disela-sela melayani konsumen, Selasa (21/7) sore. (hes)

loading...
Click to comment
To Top