Puluhan Warga Keracunan, Dinkes Tunggu Hasil Epidemologi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Puluhan Warga Keracunan, Dinkes Tunggu Hasil Epidemologi

NATUNA –  Puluhan warga di Kampung Sebuton, Desa Mekar Jaya, Kecamatan   Bunguran Barat, mengalami keracunan makanan saat lebaran, Jumat (17/7) lalu. Suasana lebaran pun berubah menjadi kepanikan warga. Kini pihak Dinas Kesehatan menunggu hasil penyelidikan epidemologi terkait penyebab  keracunan tersebut.

Seorang warga Sebuton, Herman menuturkan, anaknya Adelia 8, mengalami muntah-muntah pagi itu, usai menyantap makanan di beberapa rumah tetangga di sekitar.

“Kejadian pukul 10.00 WIB anak saya mual dan muntah-muntah, temannya Farel, juga muntah muntah,” kata Herman.

Ia pun tidak bisa memastikan di rumah mana, makanan yang disinyalir menjadi penyebab, karena beberapa warga saling bersilaturahmi dan menyantap makanan dengan tetangga terdekat.

Pria ini kemudian hendak membawa anaknya tersebut ke RSUD Natuna, dan menunggu ambulan, pasalnya lokasi ini berjarak puluhan kilometer dari pusat Ranai pusat Kabupaten.

Namun, saat menunggu mobil ambulance datang, ternyata warga lainnya juga mengalami nasib yang sama. Menurutnya sekitar 30 orang mengalami keracunan. Sore itu juga, Dinkes Natuna dan para dokter meluncur ke desa tersebut.

Dari catatan rumah sakit, 7 orang dewasa atas nama Abu hasan, Haidi, Rohani, Edi Susanto, Kamarudin dan  Sarmida, serta 2 anak-anak atas nama Putri, Ahmad Farel sempat dirawat di ruang UGD.

Dinas kesehatan Natuna hingga kini belum bisa diakses terkait hasil penyelidikan yang mereka lakukan, serta penyebab terjadinya keracunan makan tersebut. Seperti diketahui,
keracunan makanan beberapa kali terjadi di Ranai dalam interval 2014 – 2015. Sebelum kasus di Sebuton kali ini, sempat dua kali sebelumnya kasus serupa terjadi.

Mulai dari belasan anak-anak keracunan makanan setelah menyantap hidangan acara ulang tahun di Aer Kolek, Ranai, kemudian kasus keracunan belasan warga akibat menyantap bubur ayam pedagang di Jalan Sudirman, Ranai, yang menurut Dinkes, tercemar bakteri di daging ayam tersebut.

Kepala dinas kesehatan pemkab Natuna, Syamsu Rizal mengatakan,  jika ada dua kemungkinan sebab keracunan makanan, yakni bakteri dan bahan kimia. Tetapi kasus sebelumnya karena tidak higienis dan penyebab bakteri.  “Kasus keracunan ini, kami masih menunggu hasil lab,” ujarnya.(arn)

loading...
Click to comment
To Top