Operator BRT Damri Sulsel Merugi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Operator BRT Damri Sulsel Merugi

FAJARONLINE, MAKASSAR – Bus Rapid Transit (BRT) atau kenal Busway yang mulai mengaspal di Makassar, 1 Juli lalu dan terus beroperasi hampir satu bulan ini. Hanya saja pengelolah BRT dikabarkan merugi akibat tingginya biaya operasional dibanding pendapatan dari penumpang.

Biaya operasional modal transportasi dalam kota itu tidak mampu menutupi biaya operasional sejak awal mengaspal. BRT yang beroperasi masih sepi penumpang. Bahkan bisa dikatakan nyaris “lari kosong” seperti terlihat, Kamis 23 Juli.

Perum Damri, sebagai operator pelaksana BRT membenarkan hal tersebut. Menurut Kepala Bagian Operasional Perum Damri, Bahari, dalam waktu hampir satu bulan berjalan, Damri selalu merugi. Bahkan pemasukan yang diterima jauh dari yang diharapkan. “BRT yang beroperasi saat ini ada lima unit, dalam sehari biaya operasional sebesar Rp 500 ribu, berarti kurang lebih dibutuhkan biaya Rp 2,5 juta per hari, ” ungkap Bahari.

Dia menjelaskan, pemasukan perhari dari lima unit BRT itu tidak menentu, kadang hanya Rp300 ribu, ada juga Rp500 ribu, dan yang tertinggi biasanya hanya Rp800 ribu. “Walau terus merugi, kita tetap berusaha BRT tetap beroperasi setiap hari,”  katanya. (jai)

loading...
Click to comment
To Top