Pernak-pernik ‘Agustusan’ Mulai Rambah Salatiga – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pernak-pernik ‘Agustusan’ Mulai Rambah Salatiga

SALATIGA – Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 70 tahun 2015 ini, selalu diramaikan dengan maraknya pedagang yang menjual atribut ‘Agustusan’. Sebagian besar pedagang atribut Agustusan itu rata-rata datang Garut, Jawa Barat. Untuk di Kota Salatiga, Jawa Tengah, ini, mereka secara bersama sebanyak 10 orang telah sepekan lalu tiba di Salatiga dan memilih menjajakan atribut berupa bendera, umbul-umbul maupun bigron merah putih di sejumlah titik di Salatiga ini.

Sutikna (34) warga asli Garut, Jawa Barat mengatakan, bahwa dirinya bersama dengan 10 rekan yang lain dari Garut sudah kesembilan kalinya datang di Salatiga untuk menjajakan atribut ini. Sejak sepekan lalu telah masuk Salatiga dan memilih mengontrak satu rumah di daerah Jetis Salatiga.
Atribut yang mereka jual berupa bendera, umbul-umbul, maupun bigron yang semuanya bernuansa merah putih. Untuk tempat berjualan, mereka menyebar di sejumlah titik di wilayah Salatiga dan sekitarnya.
“Di Salatiga ini, saya sudah kesembilan kalinya berjualan pernak-pernik Agustusan. Sengaja memilih Salatiga, karena setiap tahunnya pendapatan yang diperolehnya selalu meningkat, hal ini karena peminatnya banyak. Harga paling murah Rp 10.000 untuk bendera merah putih kecil dan yang bisa dikatakan mahal seharga Rp 300.000 hingga Rp 400.000 berupa bigron merah putih memanjang dengan logo Garuda Pancasila maupun gambar Bung Karno. Tiap hari rata-rata memperoleh keuntungan antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000,” jelas Sutikna didampingi Harun, ketika ditemui Rakyat Jateng disela-sela berjualan atribut didaerah Mrican, Salatiga, Kamis (23/7).
Sutikna menambahkan, bahwa pernak-pernik agustusan sebagian besar berasal dari Kecamatan Leles, Garut yang merupakan daerah pembuat/produksi pernak-pernik ini. Hal ini karena warga Leles telah lama bahkan turun temurun menekuni pembuatan atau memproduksi atribut agustusan. Bukan hanya itu, daerah Leles akhirnya mendapatkan sebutan ‘Kecamatan Bendera’.
Selain pemasarannya di wilayah Jawa, juga merambah wilayah luar Jawa seperti di Lampung, Palembang, Bengkulu, Jambi serta Bali. Biasanya meninggalkan Salatiga sepekan setelah peringatan HUT Kemerdekaan, karena setelah itu atribut ini sudah kurang laku lagi. (hes)

To Top