Presiden Diminta Keluarkan Larangan Sirkus Lumba-lumba – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Presiden Diminta Keluarkan Larangan Sirkus Lumba-lumba

JAKARTA-Ketua Komunitas Indonesian Friends of The Animals (Ifota) Marison Guciano meminta Presiden Joko Widodo untuk turun tangan langsung melarang pementasan sirkus lumba-lumba keliling yang marak di berbagai daerah, apalagi menjelang momen liburan Idul Fitri 1436 H lalu.

“Kami menagih komitmen Presiden Jokowi terhadap perlindungan satwa di Indonesia sesuai visi dan misinya dulu sebagai capres,” tutur Marison.

Menurut Marison, pada pertunjukkan ketangkasan lumba lumba terdapat penindasan dan pemaksaan selama proses pelatihan. Hal tersebut jelas bertentangan dengan upaya konservasi satwa yang ideal.

“Upaya melegalkan pertunjukan pentas lumba-lumba sama halnya membiarkan satwa yang dilindungi disiksa dan dieksploitasi untuk kepentingan bisnis semata,” katanya.

Padahal, jelasnya, lumba lumba merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan PP No 7 Tahum 1999.

Pada 2013 lalu, Kementerian Kehutanan sebenarnya telah mengeluarkan larangan sirkus keliling lumba-lumba. Namun, hingga kini sirkus keliling masih berlangsung, salah satunya di daerah Meruya, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Disebutkan Marison, dalam atraksi, lumba lumba sengaja dibuat lapar.

“Pelatih akan memberi makan lalu memerintahkan lumba lumba untuk berakrobat,” jelas Marisol seperti dikutip dari rilis tertulisnya, Kamis (23/7).

Lumba-lumba, tambahnya, juga diangkut dalam truk yang sempit, gelap, dan pengap.

“Penggunaan klorin dalam kolam lumba lumba juga dinilai sangat berbahaya dan bisa membuat mereka buta. Bunyi yang mereka dengar dalam truk, pesawat, atau musik keras pertunjukkan membuat kerusakan sonar,” sambungnya.

Marison meminta agar izin pementasan lumba lumba yang diberikan kepada beberapa pihak segera dicabut dan lumba lumba tersebut dilepaskan ke habitatnya di laut lepas.[wid]

loading...
Click to comment
To Top