Rawan Terbakar, Gunung Sindoro dan Sumbing Dilarang Didaki – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Rawan Terbakar, Gunung Sindoro dan Sumbing Dilarang Didaki

TEMANGGUNG – Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, Perum Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara Perhutani menutup semua jalur pendakian Gunung Sindoro dan Sumbing. Pelarangan pendakian tersebut saat ini karena kedua gunung tersebut rawan terbakar.

Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, Cahyono, mengungkapkan larangan pendakian di Gunung Sindoro dan Sumbing dimaksudkan agar meminimalisir terjadinya kebakaran di lereng hutan dua gunung tersebut. Memasuki musim kering seperti ini, kondisi semak belukar di lereng gunung akan sangat mudah tersulut api.
“Kami hanya berusaha meminimalisir terjadinya kebakaran, karena tidak semua pendaki mendaki gunung yang mengetahui dan mengerti bagaimana standar operasional benar. Contoh paling gampang para pendaki masih sering membuang putung rokok sebarangan, membuat perapian, ini yang kami khawatirkan karena sangat mudah memicu terjadinya kebakara,” katanya, Kamis (23/7).
Ia menambahkan pihaknya sudah melayangkan surat perintah penutupan ke semua posko jalur pendakian di kedua gunung tersebut. Jalur pendakian ke Gunung Sumbing yang ditutup adalah jalur melalui Resor Pemangku Hutan (RPH) Kemloko, tepatnya melalui Desa Banaran, Kecamatan Tembarak, dan Desa Selopampang, Kecamatan Selopampang. Jalur pendakian ke Gunung Sindoro yang ditutup melalui Kledung dan Bansari.
Terkait dengan upaya penutupan ini, BKPH Temanggung juga sudah meminta perangkat desa setempat untuk ikut terlibat, mengawasi dan melarang siapa pun untuk naik ke puncak Gunung Sindoro dan Sumbing.
“Dari pemetaan rawan terbakar, ada sekitar 100 hektare kawasan hutan di area mendekati puncak Sindoro dan Sumbing yang kondisinya sudah sangat kering, yang sebagian besar merupakan hutan semak dan ilalang jadi sangat rawan terbakar. Kasus kebakaran yang terakhir terjadi tanggal 17 Juli hingga 20 Juli kemarin, area yang terbakar di RPH Anggrukgondok BKPH Wonosobo,” ungkapnya. (din)

loading...
Click to comment
To Top