Alumni SMA 1 Maros Siap Temui Disdik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Alumni SMA 1 Maros Siap Temui Disdik

FAJARONLINE, MAROS — Polemik adanya kelas tambahan pada penerimaan siswa baru SMA 1 Maros terus bergulir. Kali ini, giliran alumni sekolah unggulan  yang gerah atas diterimanya 51 siswa tambahan tanpa melalui sistem penerimaan yang benar.
Alumni yang mengatasnamakan diri IKA Smansa Maros Lintas Angkatan mengkritik hal tersebut karena dinilai akan mencederai sistem perekrutan di SMA 1 Maros yang dikenal ketat. Selama ini, warga Maros mahfum dan paham bahwa masuk di SMA 1 Maros cukup sulit.
Juru bicara IKA Smansa Maros Lintas Angkatan, Abdul Rahman menyebut pihaknya ikut dirugikan atas dugaan itu. Pasalnya, image alumni SMA 1 Maros turut rusak jika sistem penerimaan bisa dimainkan. “Padahal, kita masuk ke SMA 1 Maros dengan susah payah, tesnya berat dan kita mesti belajar keras,” ujarnya.
Mereka menuntut agar pihak Sekolah, Dinas Pendidikan, Komite Sekolah dan DPRD duduk bersama mencari solusi atas dugaan tersebut. Alumni meminta sekolah membuka data 51 siswa baru tersebut, apakah benar kerabat pejabat Disdik dan dewan ataupun guru yang diberikan “keistimewaan” bisa masuk belakangan tanpa melalui prosedur semestinya.
“Jika benar demikian, kami meminta Disdik mencari jalan keluar terbaik terhadap 51 siswa tambahan, dengan tidak mengabaikan hak-hak mereka mendapatkan pendidikan,” tambah Amul, alumni angkatan 2010.
Sebelumnya, Disdik Maros menolak disalahkan atas penambahan kelas pada penerimaan siswa baru itu. Disdik menilai hal tersebut murni kewenangan dan permintaan sekolah. Sekretaris Disdik Maros A Makmun menjelaskan keputusan menambah satu kelas baru diambil dari hasil rapat antara pihak sekolah, DPRD dan komite sekolah serta Disdik.
“Disdik diwakili Kabid Kurikulum. Atas kesepakatan rapat, kita mengeluarkan rekomendasi penambahan asal sesuai regulasi,” ujarnya.
Meski Disdik yang mengeluarkan rekomendasi, namun jumlah siswa ditentukan oleh sekolah. “Kalau berdasarkan regulasi, satu rombel (rombongan belajar,red) itu maksimal 35-36 siswa. Kami tidak tahu kalau yang diterima mencapai 51 siswa,” urainya.
Ketua Komite SMA 1 Maros, Said Patombongi meminta keputusan penambahan kelas baru itu ditinjau ulang. Pasalnya hal itu dinilai bakal merusak rekrutmen siswa yang dikenal ketat. Selain itu tidak ada lagi kelas kosong di sekolah unggulan Maros tersebut.
“Mereka mau ditampung dikelas mana. Wacana menggunakan ruang laboratorium sebagai ruang kelas sementara akan mengganggu aktivitas pembelajaran,” kritiknya.
Sebelumnya, kepala SMA 1 Maros Muslimin menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan rekomendasi dari Diknas atas persetujuan DPRD. Dia juga mengakui, 50 siswa baru yang diterima berasal dari kalangan kerabat guru, anggota dewan dan pejabat Disdik. (ris/wik)
loading...
Click to comment
To Top