Bisakah Kabareskrim Tetapkan Menkumham dan Penyelenggara Munas Ancol Tersangka? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Bisakah Kabareskrim Tetapkan Menkumham dan Penyelenggara Munas Ancol Tersangka?

JAKARTA—Bendahara Partai Golkar Kubu Munas Bali, Bambang Soesatyo meminta pihak Bareskrim Polri, untuk menindaklanjuti laporan yang diajukan pihaknya terkait penyelenggaraan Munas Partai Golkar di Ancol.

Pasca putusan PN menurutnya, belum satupun pihak-pihak yang menyelenggarakan Munas abal-abal untuk dijadikan tersangka.

“Pasca Putusan PN Jakarta utara hari ini, sudah jelas bahwa penyelenggaraan Munas Ancol itu abal-abal. Tapi sayangnya pihak Polri tidak juga melangkah maju untuk menjadikan pihak-pihak yang menyelenggarakan Munas tersebut sebagai tersangka, sesuai dengan laporan polisi yang telah kami lakukan beberapa waktu lalu,” ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/7).

Kalau Bareskrim Polri tegas, menurut Bambang sudah seharusnya penyelenggara Munas Ancol dan Menkumham dijadikan tersangka, karena jelas sudah melakukan perbuatan melawan hukum. Dia pun membandingkan kasus laporan yang dilakukan oleh Hakim Sarpin terhadap dua komisioner KY.

“Dua hakim KY langsung dijadikan dan ditetapkan tersangka oleh pihak Bareskrim Mabes Polri, kenapa orang-orang yang terlibat dalam penyelenggarana Munas abal-abal tidak dijadikan tersangka juga? Kasus Sarpin hanya berdasarkan pengaduan saja, ditindaklanjuti, sementara kasus kami sudah ada bukti, saksi bahkan pengakuan para tersangka pemalsuan tidak juga ditindaklanjuti. Selain itu putusan PN Utara kan sekaligus menegaskan posisi kami yang benar, harusnya ini makin menguatkan Bareskrim untuk menindaklanjutinya,” tambahnya.

Bareskrim menurutnya, harus membuktikan bahwa mereka memang tidak pandang bulu dalam menegakan hukum dan akan selalu menindaklanjuti laporan yang diajukan warga Negara. Dia pun meminta Kabereskrim Komjen (Pol) Budi Waseso untuk konsisten dengan pernyataannya, untuk menegakan hukum tanpa pandang bulu.

“Budi Waseso kan mengatakan dia tidak takut kalau memang harus menegakkan hukum. Makanya saya mau mengingatkan, tidak usah takut, meski yang harus ditetapkan jadi tersangka itu Menkumham sekalipun. Kami lebih dulu memberikan laporan dari Sarpin, tapi tidak juga ditindaklanjuti,” ujar Pria yang kerap disapa Bamsoet itu lagi.

Terkait putusan PN Utara sendiri, Bambang mengucapkan syukur Alhamdulillah. Dia mengatakan bahwa lelucon politik yang selama ini dipertontontan kubu Munas Ancol yang di backingi Menkumham Yasona Laoly berakhir. PN Jakarta Utara dalam amar putusannya (24/7), menyatakan Kepengurusan Golkar Putih hasil Munas Bali sah dan menyatakan Kepengurusan Golkar hitam hasil Munas Ancol sebagai munas abal-abal yang tidak sah dan melawan hukum.

“Keputusan Majelis hakim tersebut jelas, selain telah memberikan rasa  keadilan pada pihak yang benar juga telah menyelamatkan demokrasi di tanah air.  Keputusan pengadilan tersebut juga telah meruntuhkan konspirasi jahat kekuasaan dengan oknum partai Golkar yang ingin menghancurkan partai Golkar dari dalam melalui politik pecah belah.” Katanya.

“Kami memberikan apresiasi dan salut pada majelis hakim yang telah berani melawan konspirasi atau persekongkolan jahat kekuasaan tersebut dengan oknum Partai Golkar melalui keberpihakan kekuasaan pada penyelenggaraan munas Golkar abal-abal di Ancol yang telah diketahui secara luas penuh rekayasa dan manipulasi,” imbuhnya. (fmc)

loading...
Click to comment
To Top