Rahman Morra Tantang Bukti Pelapor – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Rahman Morra Tantang Bukti Pelapor

FAJARONLINE, MAKASSAR – Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Abdul Rahman Morra yang belakangan ramai diberitakan terkait dugaan pungutan liar (pungli) dan penyuapan sebesar Rp750 juta yang melibatkannya terhadap anggota DPRD Jeneponto, Andi Mappatunru dalam kasus dana aspiran dewan 2013 dengan tegas membantah telah menerima uang. Bahkan dia menantang pelapornya untuk membuktikannya. “Apa yang dituduhkan itu sama sekali tidak benar. Saya tantang pelapor memperlihatkan bukti,” ujar Rahman Morra di ruang kerjanya, Kamis 23 Juli.

Sebelumnya diberitakan tentang orang yang menerima penyuapan sebesar Rp750 juta tersebut. Uang tersebut disebut-sebut dari anggota DPRD Jeneponto, Andi Mappatunru diterima kakak kandung Rahman Morra. Namun dikabarkan atas suruhan Rahman Morra. Dengan demikian memang bukan Rahman Morra yang terima, tapi kakak kandungnya.

Rahman mengatakan tuduhan telah menerima suap merupakan pembunuhan karakter baginya. Rahman membeberkan kalau dia menerima suap, tidak mungkin menetapkan tersangka dalam kasus dana aspirasi. Bahkan tersangka Burhanuddin yang sudah saya tetapkan jadi tersangka mengaku tidak pernah memberi uang. “Intinya, saya dalam penanganan kasus dana aspirasi Jeneponto, hanya menginginkan penegakan hukum, siapa saja yang terbukti dalam kasus dana aspirasi itu saya jadikan tersangka,” katanya.

Selain Burhanuddin, ada beberapa legislator Jeneponto, baik yang sudah jadi tersangka maupun sudah diperiksa sebagai saksi menyatakan tidak pernah memberi uang. “Para saksi dan tersangka tersebut telah membuat surat pernyataan pada 29 Mei 2015. Jauh sebelum adanya laporan yang intinya menyatakan tidak pernah memberi uang,” tandasnya.

Mereka yang telah membuat surat pernyataan masing-masing Dr Thalal Fasni, H Bohari Bido, Syamsuddin Karlos, Ibnu Hajar, H Mangga, H Muhammad, Syamsuddin, dan Marsudi. Rahman mengaku siap diperiksa. Tapi bila tidak ditemukan bukti, maka tentunya dia mengambil

langkah hukum terhadap pelapor. Atas laporan tersebut jelas telah mencemarkan nama baiknnya. Asisten Pengawasan Kejati Sulselbar, Heri Jerman mengatakan saat ini tim pengawasan masih mengumpulkan data.”Data dan bukti masih kita kumpulkan. Setelah data dan bukti dianggap lengkap, baru kita memeriksa Rahman Morra,” katanya. (ida)

loading...
Click to comment
To Top