Senilai Rp3 Miliar, Sabu 1,43 Kg Diaduk Accu, Lalu Dimasukkan ke Septic Tank – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Senilai Rp3 Miliar, Sabu 1,43 Kg Diaduk Accu, Lalu Dimasukkan ke Septic Tank

TEMANGGUNG – Polres Temanggung, Jawa Tengah, memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,435 kilogram Jumat (24/7). Barang haram senilai hampir tiga milyar rupiah lebih itu di antaranya milik seorang tersangka Nn yang berhasil ditangkap awal Juli lalu.

“Sesuai dengan prosedur setelah duji lab, maka dimusnahkan, apalagi dalam ekonomi sabu-sabu tersebut mencapai Rp3 miliar, tidak semua kita musnahkan, ada sekitar 38 gram sebagai barang bukti di pengadilan,“ terang Kapolres.
Pemusnahan dilakukan di aula Polres Temanggung yang dihadiri tokoh masyarakat Kabupaten Temanggung, Kepala BNN dan instansi terkait. Sabu-sabu seberat 1,4 kg lebih tersebut dimasukkan ke air accu dan diaduk hingga mencair, selanjutnya dibuang ke tangki septik atau septic tank.
Kapolres menambahkan, pemusnahan sabu-sabu ini merupakan bukti nyata komitmen Polres Temanggung untuk memerangi peredaran narkoba di Kabupaten Temanggung.
“Dari pengungkapan kasus tersebut memang ada indikasi Temanggung menjadi sasaran peredaran narkoba, terlebih lagi di musim tembakau seperti sekarang ini, makanya kita tidak boleh lengah dan terus berupaya mencegah,” ujar Wahyu.
Sementara itu menurut catatan Polres Temanggung, hingga pertengahan tahun ini telah terdapat 11 kasus narkoba dengan tersangka sebanyak 18 orang. Dari belasan kasus itu, kasus paling menyita perhatian adalah kejadian penyitaan sabu-sabu seberat 1,5 kilo di Ambarawa. Kejadian tersebut bermula ketika polisi melakukan razia rutin di Muntung. Polisi menemukan satu buah alat hisap dan satu klip sabu-sabu.
Dari situ polisi lantas mengetahui bahwa barang tersebut berasal dari seorang warga Jakarta yang tinggal di Jumo. Dari situ polisi juga mengetahui bahwa terdapat pula sabu-sabu yang dititipkan di Ambarawa. Di sana polisi menemukan sabu-sabu dengan jumlah yang lebih besar. (din)

loading...
Click to comment
To Top