Stres! Pria Ini Nekat Akhiri Hidup Dengan Bom Rakitan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Stres! Pria Ini Nekat Akhiri Hidup Dengan Bom Rakitan

BEIJING – Seorang pria pengganguran yang mengidap penyakit liver dan depresi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara meledakkan diri sendiri di luar taman hiburan di timur Tiongkok, Selasa kemarin. Parahnya, aksi bunuh diri itu mengakibatkan satu warga terbunuh dan 24 lainnya mengalami luka serius.

Seperti dilansir agensi berita Xinhua, bahwa ledakan yang terjadi Senin malam di Taman Huxi, Shanxian, Shandong itu menyebabkan tiga korban kritis.

Menurut laporan polisi, pelaku dikenali sebagai Xie Xingtang, 33, tidak bekerja dan mengidap penyakit liver sirosis. Xie beberapa kali dimasukkan ke rumah sakit, tetapi penyakitnya gagal disembuhkan.

Penyelidikan awal menunjukkan Xie melakukan aksi bunuh diri, tetapi bahan yang digunakan untuk meledakkan diri masih belum diketahui.

Laman kantor berita AP menyebutkan, ledakan itu terjadi di dataran kecil di luar taman hiburan, tempat warga lansia berkumpul untuk menonton opera Tiongkok dan menjalankan aktivitas lainnya.

Li Meng dari biro keamanan publik mengatakan di Tiongkok ada serangkaian
kasus di mana orang-orang frustasi atau terlibat dalam masalah menggunakan bom rakitan untuk bunuh diri. Bom sering menjadi pilihan sebab senjata api di Tiongkok sulit diperoleh.

Pada Juni 2013 seorang pedagang jalanan membakar bus di Xiamen di provinsi Fujian, Tiongkok timur, menewaskan 46 penumpang dan dirinya dalam tindakan pembalasan terhadap pemerintah daerah.

Salah satu kasus paling menghebohkan adalah sebulan yang lalu ketika Ji Zhongxing, seorang pria berkursi roda dari Tiongkok selatan, meledakkan bom rakitan di bandara internasional Beijing untuk memprotes kebrutalan polisi.

Ji dijatuhi hukuman enam tahun penjara akibat kasus tersebut. Hukuman tersebut langsung memicu gelombang simpati publik di kalangan pengguna jaringan sosial online populer Tiongkok.

Untuk mendapatkan keadilan lewat jalur hukum di Tiongkok sangatlah sulit, karena pengaruh politik dan korupsi. Dan warga yang mengajukan komplain terhadap pihak berwenang sering berakhir di tahanan.(sky/theguardian/ray/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top