PDIP Usung Delapan Incumbent di Jateng – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

PDIP Usung Delapan Incumbent di Jateng

SEMARANG – Setelah mengumumkan enam pasangan bakal calon kepala daerah dan wakilnya di enam kabupaten/kota, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah mengumumkan lagi sembilan pasang kepala daerah yang sudah mendapat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Dengan demikian sudah ada 15 pasang calon kepala daerah yang sudah ditetapkan oleh DPP PDI Perjuangan untuk seluruh Jawa Tengah. Masih ada enam daerah yang belum diputuskan oleh DPP partai tersebut.
Menurut Ketua Bapilu DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Agustina Wilujeng, sembilan pasang kepala daerah yang mendapat rekomendasi diantaranya ada beberapa petahana yang kembali dicalonkan.
“Ada beberapa petahana yang kami calonkan, baik sebagai partai pengusung maupun pendukung. Demikian juga untuk koalisi, tidak ada satu partai yang selalu bersama kami mendukung satu pasang calon,” kata Agustina di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Panti Marhaenis Semarang, Jumat (24/7).
Beberapa petahana yang dimaksud adalah untuk Kabupaten Semarang partai berlambang banteng moncong putih itu menyalonkan Mundjirin ES sebagai bupati dipasangkan dengan Ngesti Nugraha yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD kabupaten setempat. Ngesti juga masih menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Semarang.
Kemudian Kabupaten Kendal yang kembali mengusung Widya Kandi Susanti sebagai bupati yang dipasangkan dengan kader PKB Hilmi Dimyati. Kota Pekalongan PDI Perjuangan menyalonkan incumbent wakil Walikota Alf Arslan Al Junaid sebagai Walikota dan dipasangkan dengan anggota PKB Saelany Machfudz.
Koalisi dengan berbagai partai misalnya, untuk Kabupaten Blora menyalonkan Abu Nafi sebagai bupati yang merupakan kader PPP, tetapi diusung oleh Partai Gerindra dan dipasangkan dengan Ketua DPC PDI Perjuangan setempat, M Dasum. Kabupaten Grobogan menyalonkan Ketua DPC PDI Perjuangan setempat, Sri Sumarni, sebagai bupati dengan kader PKB Edi Maryono.
Untuk Kabupaten Rembang, PDI Perjungan berkoalisi dengan PKB dan mengusung Hamzah Fatoni sebagai bupati, dipasangkan dengan Sekretaris PDI Perjuangan Ridwan SH. Kabupaten Pekalongan mengusung Ketua DPC setempat Riswaldi dipasangkan dengan kader Partai Golkar Nurbalistik.
Berikutnya Kabupaten Purworejo, PDI Perjuangan mengajukan seorang pengusaha Nurul Tri Wahyuni sebagai calon bupati dan Budi Sunaryo yang direkomendasikan PKB. Kabupaten Kebumen mengusung Bambang Widodo yang merupakan seorang pegawai negeri sipil dipasangkan dengan Sunarto yang merupakan Bendahara DPC PDI Perjuangan setempat.
Menurut Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Kusriyanto, dari 15 pasangan bakal calon tersebut, delapan diantaranya merupakan petahana.
Kedelapan pasangan calon kepala daerah yang kembali dicalonkan sebagai walikota/bupati di antaranya Hendrar Prihadi petahana Walikota Semarang, Wardoyo Wijaya petahana Bupati Sukoharjo, Seno Samodro petahana Bupati Boyolali, Sigit Widyonindito petahana Walikota Magelang, Djunaedi petahana Bupati Pemalang, FX Hadi Rudyatmo petahana Walikota Surakarta. Kemudian, Mundjirin petahana Bupati Semarang, dan Widya Kandi Susanti yang merupakan incumbent Bupati Kendal.
Dari kedelapan incumbent tersebut hanya satu calon yang dipasangkan dari luar anggota atau kader PDI Perjuangan, yaitu Bupati Boyolali Seno Samodro yang diduetkan dengan seorang pengusaha Said Hidayat. Lainnya dipasangkan dengan anggota maupun kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Sekretaris DPC PKB Kendal Muhammad Makmun mengakui, rekomendasi dari PDIP dan PKB sudah turun untuk mendukung pasangan Widya dan Hilmi, putra dari tokoh agama KH Dimyati Rois. “Rekomendasi dari PDI Perjuangan dan PKB sudah turun untuk pasangan Widya-Hilmi,” kata Makmun kemarin.
PKB yang akhirnya memutuskan untuk berkoalisi dengan PDIP dan Nasdem disebut Makmun optimistis jika pasangan yang diusung PKB, PDIP dan Nasdem ini akan memenangkan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kendal yang akan digelar 9 Desember mendatang.
Sedangkan Widya saat dihubungi mengucapkan syukur lantaran rekomendasi dari PDIP sudah turun. Kini Widya menunggu penyerahan rekomendasi tersebut pada Minggu (26/7) besok, bertepatan dengan acara halal bihalal di DPD PDIP Jateng. (art-dbs)

Click to comment
To Top