Agustus, Giliran Pertalite Masuk Jateng – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Agustus, Giliran Pertalite Masuk Jateng

SEMARANG, RAJA – PT Pertamina berencana memasarkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite ke wilayah Jawa Tengah dan DIY pada Agustus mendatang. Saat ini sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masuk radar Pertamina.

Assistant Manager External Relation MOR IV Pertamina Robert Marchelino mengatakan, pihaknya berencana memasarkan pertalite untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah pada Agustus mendatang. Hingga kini Pertamina terus melakukan pemetaan terhadap SPBU yang dimungkinkan mampu memasarkan BBM jenis baru itu.

Menurutnya, SPBU yang dinilai siap menjual pertalite ditentukan oleh sejumlah faktor. Selain keberadaan tangki pendam khusus untuk pertalite, Pertamina juga melihat lokasi dan penyerapan BBM masing-masing SPBU.

“Sampai saat ini kami baru mematakan sebanyak 15 SPBU di DIY dan Jawa Tengah yang dinilai bisa memasarkan pertalite. Jumlah tersebut bisa berubah karena kami masih akan menawarkan penjualan pertalite kepada masing-masing SPBU,” ujar Robert, akhir pekan lalu.

Disinggung rencana kuota pertalite yang akan dipasarkan untuk dua provinsi tersebut, Robert belum bisa menjawabnya. Menurutnya, penentuan besaran kuota pertalite akan dilakukan setelah evaluasi yang dilakukan oleh Pertamina dari hasil uji pasar yang dilakukan di Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Dia menjelaskan, Pertamina menargetkan penjualan selama uji pasar di masing-masing kota sebanyak 5 ton per hari. Uji pasar sendiri akan berlangsung setidaknya dua bulan ke depan. Meski begitu, sambungnya, minat masyarakat untuk menggunakan pertalite di tiga kota tersebut cukup tinggi.

“Penjualan di Surabaya misalnya, kan dimulai pukul 10.00 WIB. Nah, untuk dihitung kira-kira lima ton bisa terserap sampai jam berapa? Ini akan menjadi pertimbangan juga untuk menentukan besaran kuota pertalite di wilayah DIY dan Jawa Tengah,” katanya.

Robert mengatakan, masuknya BBM jenis pertalite untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah tidak akan mengurangi pasokan BBM jenis premium maupun pertamax. Pertamina menyerahkan penyerapan atau konsumsi premium kepada mekanisme pasar.

“Kalau masyarakat banyak yang beralih ke pertalite maka dengan sendirinya jatah premium akan berkurang. Sebab, dari segi kualitas pertalite lebih bagus dibandingkan premium,” jelas dia.

Berapa harga pertalite untuk DIY dan Jawa Tengah? Robert mengatakan, penentuan harga pertalite dilakukan oleh Pertamina pusat. Namun, harga pertalite untuk kedua wilayah ini, masih mengacu pada ketentuan harga selama uji pasar, yakni sebesar Rp8.400 per liter.

“Daerah DIY dan Jawa Tengah kan berada di tengah-tengah antara Surabaya dan Jakarta. Tentu untuk harga bisa berbeda. Namun, untuk sementara kami masih mengacu pada harga pertalite saat uji pasar di tiga kota itu,” ujarnya. (bs)

loading...
Click to comment
To Top