Masih Dievaluasi, Lima Hari Sekolah Belum Diterapkan di Temanggung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Masih Dievaluasi, Lima Hari Sekolah Belum Diterapkan di Temanggung

TEMANGGUNG – Berbeda dengan beberapa kota dan kabupaten di Jawa Tengah yang sudah mengujicobakan lima hari belajar untuk SMA dan SMK sederajat, Pemkab Temanggung belum bisa memastikan kapan wacana Gubernur Jawa Tengah tersebut bisa diterapkan di Temanggung.

Sekretaris Dinas Pendidikan Ujiono di kantornya Senin (27/7) kemarin, membenarkan apabila saat ini belum ada perubahan hari belajar
khususnya untuk SMA sederajat. Disdik masih menunggu keputusan resmi dari bupati temanggung terkait perubahan enam hari belajar
menjadi lima hari belajar dalam seminggu.
“Kita masih menunggu perintah dan keputusan resmi dari bupati , kalau belum ada yang tentunya kita belum berani mengujicobakan ke
sekolah sekolah, tapi apabila diujicobakan pun mungkin tidak dalam waktu dekat ini, karena juklak dan juknisnya belum ada,” katanya.
Sementara itu Kepala Bidang Organisai dan Tata Laksana (ORTALA), Joko Prasetyono mengakui telah menerima surat edaran gubernur
no 420/006752/2015 tentang penyelenggaraan kegiatan pendidikan pada satuan pendidikan di Jawa Tengah. Inti dari surat edaran tersebut adalah perubahan enam hari belajar menjadi lima hari belajar dalam seminggu untuk SMA/SMK sederajat.
Meksi demikian untuk Kabupaten Temanggung belum bisa menerapkan perubahan tersebut.
“Masih kita evaluasi, belum bisa diterapkan, kita harus tahu bagaimana kesiapan guru, murid dan kurikulum bila benar-benar diubah menjadi lima hari belajar dalam seminggu, setelah dievaluasi kita baru bisa memastikan apakah perubahan tersebut bisa diimplementasikan ke sekolah sekolah atau tidak,” tandasnya.
Sementara itu terpisah Kepala SMK 17 Temanggung, Susi Bintoro mengaku sangat setuju apabila SMA Atau SMK menerapkan lima hari belajar dalam seminggu. Pasalnya akan jauh efektif dibanding dengan enam hari belajar. Waktu belajar di sekolah lebih panjang
dan kesempatan anak-anak berkumpul keluarga juga lebih banyak.
‘’Pada dasarnya kita sangat setuju dengan perubahan tersebut, toh selama ini anak didiknya juga sudah terbiasa pulang sore, tentunya
akan lebih efektif kalau sekalian dibuat lima hari kerja, jadi Sabtu dan Minggu anak-anak bisa kumpul dengan keluarga, Seninnya akan jauh lebih fresh dalam menuntut ilmu,” ungkapnya. (din)

loading...
Click to comment
To Top